PERBANDINGAN SEKURITISASI ISU PENGUNGSI DI JERMAN DAN INGGRIS, 2015—2021

Ayu, Puspitasari (2026) PERBANDINGAN SEKURITISASI ISU PENGUNGSI DI JERMAN DAN INGGRIS, 2015—2021. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (425Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (3234Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
FILE SKRIPSI FULL TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (2882Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Jerman dan Inggris merupakan negara Uni Eropa, memiliki komitmen terhadap pengungsi secara regional dan internasional, menganut paham liberal, dan memiliki sejarah terhadap penerimaan pengungsi. Namun, arus pengungsi yang signifikan pada tahun 2015 menciptakan tekanan bagi Jerman dan Inggris, sehingga membentuk persepsi terhadap pengungsi. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini ialah untuk menjelaskan persoalan pengungsi dan membandingkan sekuritisasi isu pengungsi di Jerman dan Inggris tahun 2018—2021. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan the Most Similar System Design (MSSD) untuk menjelaskan persoalan pengungsi secara detail dan membandingkan dua negara. Fokus penelitian ini ialah perbandingan sekuritisasi isu pengungsi khususnya di Jerman dan Inggris yang dianalisis dengan menggunakan teori sekuritisasi milik Buzan, Ole, dan Wilde. Data dihimpun menggunakan teknik studi pustaka. Teknik ini melibatkan pengumpulan dan analisis data dari pelbagai sumber tertulis, meliputi buku, jurnal artikel, publikasi media, dan dataset internasional. Data yang telah terhimpun kemudian dianalisis menggunakan teknik kondensasi dan triangulasi data. Hasil dari kajian ini menunjukan bahwa persoalan pengungsi di Jerman dan Inggris menjadi persoalan penting sejak Krisis Pengungsi tahun 2015. Jaringan migran, ekonomi, geografi, dan budaya menjadi faktor determinan pengungsi memilih Jerman dan Inggris sebagai negara tujuan. Hasil kajian ini juga menegaskan bahwa proses sekuritisasi pengungsi di Inggris lebih awal dibandingkan dengan Jerman. Dampak dari proses sekuritisasi ini menyebabkan Inggris melakukan referendum Brexit tahun 2016 dan Jerman lebih memperketat kebijakan terhadap penerimaan pengungsi. Kata kunci: Jerman, Inggris, pengungsi, sekuritisasi, studi komparasi

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) > 325 Migrasi dan kolonisasi internasional
Program Studi: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Hubungan Internasional
Pengguna Deposit: 2602031224 Digilib
Date Deposited: 07 Apr 2026 02:01
Terakhir diubah: 07 Apr 2026 02:01
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98032

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir