Yolanda, Apriliana (2026) ANALISIS PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK DISABILITAS SEBAGAI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI BANDAR LAMPUNG (Studi Putusan Perkara No : 538/Pid.Sus/2024/PN.Tjk). FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. ABSTRAK ABSTRACT.pdf Download (237Kb) | Preview |
|
|
File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (2157Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (1978Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Kekerasan seksual terhadap anak penyandang disabilitas merupakan permasalahan serius yang membutuhkan perhatian khusus dalam sistem hukum pidana. Anak penyandang disabilitas merupakan kelompok yang rentan menjadi korban kekerasan seksual karena keterbatasan fisik, intelektual, maupun mental yang dimilikinya. Kondisi tersebut menempatkan anak penyandang disabilitas pada posisi yang lemah dalam memperoleh perlindungan hukum dan keadilan. Permasalahan penelitian ini yaitu bagaiama perlindungan hukum bagi anak disabilitas sebagai korban kekerasan seksual serta mengindentifikasi hambatan dalam pelaksanaannya di Bandar Lampung dengan studi pada Putusan Perkara Nomor 538/Pid.Sus/2024/PN.Tjk, dimana pelaku merupakan bagian keluarga dari anak korban. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dan penelitian yuridis empiris. Jenis data yang digunakan yaitu data primer berasal dari penelitian di lapangan seperti wawancara dan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, dokumen resmi, karya ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu. Narasumber terdiri dari Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang Kelas 1A, Jaksa Kejaksaaan Negeri Bandar Lampung, Kepala UPT Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bandar Lampung, dan Dosen Bagian Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Lampung. Kemudian analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan metode memperoleh data primer dan sekunder berupa penafsiran hukum Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan perlindungan hukum preventif belum berjalan secara maksimal karena masih terbatasnya upaya pencegahan yang terintegrasi serta minimnya pemahaman aparat dan masyarakat mengenai perlindungan anak disabilitas dari kekerasan seksual. Sementara itu, perlindunganYolanda Apriliana hukum represif telah dilaksanakan melalui proses penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan seksual, sebagaimana tercermin dalam pertimbangan hukum hakim dan penjatuhan pidana. Meskipun demikian, perlindungan terhadap hak-hak korban belum sepenuhnya terpenuhi, terutama dalam aspek pemulihan, pendampingan psikososial, dan pemberian fasilitas yang ramah disabilitas selama proses peradilan. Hambatan perlindungan dipengaruhi oleh faktor hukum, penegak hukum, sarana dan fasilitas, msyarakat, serta kebudayaan, yang secara keseluruhan berdampak pada efektivitas perlindungan hukum bagi korban. Saran dari penelitian ini adalah aparat penegak hukum khususnya di Bandar Lampung perlu memperkuat penerapan perlindungan hukum yang berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak penyandang disabilitas sebagai korban kekerasan seksual. Dan diperlukan upaya penanganan secara menyeluruh terhadap faktor-faktor yang menghambat perlindungan hukum khususnya di Bandar Lampung, baik dari aspek hukum, penegak hukum, sarana dan fasilitas, masyarakat, maupun kebudayaan. Pemerintah dan pemangku kepentingan terkait perlu meningkatkan ketersediaan sarana yang aksesibel, memperkuat koordinasi antar lembaga, serta mendorong peningkatan kesadaran hukum masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Anak Disabilitas,
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum |
| Program Studi: | FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum |
| Pengguna Deposit: | 2602534055 Digilib |
| Date Deposited: | 09 Apr 2026 01:27 |
| Terakhir diubah: | 09 Apr 2026 01:27 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98088 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
