ZAHRA , AULIA (2026) DIMENSI TRANSENDENSI PADA NOVEL CINTA DALAM IKHLAS KARYA ABAY ADHITYA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (280Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (974Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (852Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dimensi transendensi pada novel Cinta dalam Ikhlas karya Abay Adhitya menggunakan pandangan Roger Garaudy (1982). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berapa kata, kalimat, dan paragraf dalam bentuk narasi maupun dialog yang mengandung dimensi transendensi. Hasil penelitian menunjukkan dimensi transendensi pada novel Cinta dalam Ikhlas karya Abay Adhitya digambarkan melalui tiga indikator. Pertama, pengakuan kebergantungan manusia terhadap Tuhan ditunjukkan melalui sikap tokoh yang tidak mampu berdiri sendiri tanpa pertolongan Tuhan melalui doa, permohonan, dan kepasrahan kepada Tuhan. Kedua, ada perbedaan mutlak antara Tuhan dan manusia menunjukkan pengakuan tokoh bahwa Tuhan Mahasempurna dalam pemahaman berbeda dengan manusia. Ketiga, pengakuan adanya norma-norma mutlak dari Tuhan tak berasal dari akal manusia menunjukkan bahwa kebenaran sejati tidak ditentukan oleh logika, melainkan berasal dari Tuhan yang bersifat universal. Implikasi penelitian ini berhubungan dengan pembelajaran sastra di SMA kelas XI fase F, khususnya dengan elemen menulis dengan spesifikasi “Menulis Cerita Pendek Berdasarkan Kejadian Sehari-hari" dengan pendekatan Deep Learning. Temuan penelitian dapat digunakan untuk melatih peserta didik menentukan tokoh religius, serta melatih menulis cerpen sesuai nilai-nilai yang telah dipilih berdasarkan pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, atau hasil pengamatan lingkungan sekitar. Kata Kunci : dimensi transendensi, novel, pembelajaran sastra This study aims to describe the dimension of transcendence in Abay Adhitya's novel "Cinta dalam Ikhlas" using Roger Garaudy's (1982) perspective. This study employed a qualitative descriptive method. The data collected were how many words, sentences, and paragraphs, both in narrative and dialogue, contain the dimension of transcendence. The results show that the dimension of transcendence in Abay Adhitya's novel "Cinta dalam Ikhlas" is depicted through three indicators. First, the recognition of human dependence on God is demonstrated through the character's inability to stand alone without God's help through prayer, supplication, and surrender to God. Second, the absolute distinction between God and humanity demonstrates the character's recognition that God is Perfect in a different understanding than humans. Third, the recognition that absolute norms from God do not originate from human reason demonstrates that true truth is not determined by logic, but rather originates from the universal God. The implications of this research relate to literature learning in grade XI high school phase F, specifically the writing element, which includes the specification "Writing Short Stories Based on Everyday Events" using a Deep Learning approach. The research findings can be used to train students to identify religious figures and to write short stories based on values chosen based on personal experience, the experiences of others, or observations of the surrounding environment. Keywords: transcendence dimension, novel, literature learning
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan |
| Program Studi: | FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Pengguna Deposit: | 2602867627 Digilib |
| Date Deposited: | 10 Apr 2026 01:46 |
| Terakhir diubah: | 10 Apr 2026 01:46 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98106 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
