PERDAGANGAN ILEGAL PAKAIAN BEKAS DI INDONESIA DI TENGAH KEBIJAKAN LARANGAN IMPOR MELALUI KONSEP PROTEKSIONISME TAHUN 2019—2024

ANDI, WIJAYA (2026) PERDAGANGAN ILEGAL PAKAIAN BEKAS DI INDONESIA DI TENGAH KEBIJAKAN LARANGAN IMPOR MELALUI KONSEP PROTEKSIONISME TAHUN 2019—2024. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf

Download (268kB) | Preview
[img] Text
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Perdagangan pakaian bekas impor ilegal di Indonesia masih terus terjadi dan menyebabkan kerugian langsung pada industri tekstil dalam negeri. Walaupun pemerintah sudah menerapkan larangan impor lewat Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 Tahun 2022 sebagai bentuk kebijakan proteksionisme Friedrich List, praktik ini tetap marak di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu alasan mengapa perdagangan ilegal tersebut bisa bertahan, sekaligus menilai efektivitas kebijakan proteksionisme dalam melindungi pasar lokal dari persaingan global. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pedagang pakaian bekas, vendor tekstil lokal, dan konsumen. Selain itu, peneliti juga melakukan studi dokumentasi terhadap data perdagangan dan aturan pemerintah. Untuk memastikan keabsahan data, peneliti melakukan observasi langsung di pasar tradisional dan pusat penjualan pakaian bekas. Analisis data menggunakan konsep proteksionisme dengan fokus pada perlindungan industri bayi (Infant Industry) dan kepentingan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sudah ada kebijakan larangan impor, pakaian bekas ilegal masih tetap masuk ke Indonesia dikarenakan banyaknya permintaan masyarakat Indonesia terhadap baju bekas ilegal. Upaya perlindungan negara ternyata belum mampu melawan daya tarik pasar global. Akibatnya, tujuan pemerintah untuk melindungi industri tekstil lokal belum berjalan maksimal. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan proteksionisme Indonesia tidak didukung sepenuhnya oleh masyarakat, sehingga meskipun ada larangan, perdagangan pakain bekas ini masih tetap berjalan di dalam negeri. Kata Kunci: Perdagangan Ilegal, Pakaian Bekas, Proteksionisme, Industri Tekstil, Kebijakan Impor.

Item Type: Other
Subjects: ?? 300 ??
?? 320 ??
Divisions: ?? hubungan_internasional ??
Depositing User: 2602986704 Digilib
Date Deposited: 10 Apr 2026 01:28
Last Modified: 10 Apr 2026 01:28
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98114

Actions (login required)

View Item View Item