FAKTOR PENYEBAB PERILAKU TIDAK MEMILIH DALAM PEMILIHAN WALIKOTA DI BANDAR LAMPUNG (Studi pada Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa Tahun 2024)

AURA, RIZKIE ATHAYA DWINOV (2026) FAKTOR PENYEBAB PERILAKU TIDAK MEMILIH DALAM PEMILIHAN WALIKOTA DI BANDAR LAMPUNG (Studi pada Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa Tahun 2024). FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK-ABSTRACT.pdf

Download (261Kb) | Preview
[img] File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (6Mb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2505Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Rendahnya partisipasi politik dalam Pemilihan Wali Kota Bandar Lampung Tahun 2024 tercermin dari tingginya perilaku tidak memilih (non-voting) di Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, yang mencatat tingkat partisipasi pemilih terendah di Kota Bandar Lampung sebesar 36 persen. Fenomena ini ditandai dengan banyaknya pemilih terdaftar yang tidak mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS), sehingga menunjukkan lemahnya keterlibatan pemilih dalam proses demokrasi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku tidak memilih pada pemilih terdaftar dalam Pemilihan Wali Kota Bandar Lampung Tahun 2024 di Kelurahan Rajabasa. Penelitian ini menggunakan konsep perilaku tidak memilih (non-voting) dengan mengadaptasi Civic Voluntarism Model yang menjelaskan bahwa perilaku politik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan terhadap pemilih terdaftar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi internal, persepsi politik pemilih cenderung negatif terhadap kinerja pemerintah dan kandidat, sehingga membentuk sikap apatis dan menurunkan motivasi untuk menggunakan hak pilih. Sementara itu, pada dimensi eksternal, kesibukan kerja dan aktivitas ekonomi menjadi faktor dominan yang menyebabkan pemilih lebih memprioritaskan pekerjaan dibandingkan hadir di TPS, yang kemudian diperkuat oleh pemberitaan yang beredar terkait kinerja pemerintah dan citra kandidat yang cenderung negatif serta membentuk ketidakpercayaan pemilih. Temuan tambahan menunjukkan bahwa paparan informasi politik yang berkembang di masyarakat turut memperkuat keputusan untuk tidak berpartisipasi dalam pemilihan, sehingga perilaku tidak memilih menjadi pola berulang dalam konteks lokal dan berlangsung secara konsisten pada setiap pelaksanaan pemilihan kepala daerah di tingkat lokal secara terus-menerus dalam jangka waktu panjang yang relatif. Kata Kunci: Perilaku Tidak Memilih, Pemilih Tidak Memilih, Pilkada

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial
300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan)
Program Studi: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Ilmu Pemerintahan
Pengguna Deposit: 2602577113 Digilib
Date Deposited: 17 Apr 2026 01:28
Terakhir diubah: 17 Apr 2026 01:28
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98309

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir