HAMBATAN KERJA SAMA INDUSTRI PERTAHANAN INDONESIA–RUSIA DALAM UPAYA MENCAPAI KEMANDIRIAN INDUSTRI PERTAHANAN, 2019—2025

Muhammad, Ranggga (2026) HAMBATAN KERJA SAMA INDUSTRI PERTAHANAN INDONESIA–RUSIA DALAM UPAYA MENCAPAI KEMANDIRIAN INDUSTRI PERTAHANAN, 2019—2025. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (126kB) | Preview
[img] Text
FILE SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
FILE SKRIPSI FULL TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (946kB) | Preview

Abstract

Industri pertahanan merupakan salah satu pilar utama dalam menjamin kedaulatan dan daya tangkal negara. Indonesia berkomitmen membangun kemandirian industri pertahanan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, yang diantaranya melalui kerja sama dengan Rusia. Namun, pada periode 2019–2025 kerja sama industri pertahanan Indonesia-Rusia dalam upaya mencapai kemandirian industri pertahanan mengalami stagnasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik studi dokumentasi terhadap dokumen primer dari Kementerian Pertahanan, laporan lembaga internasional, artikel, buku serta data sekunder lainnya. Fokus penelitian terletak pada hambatan internal dan eksternal dalam kerja sama industri pertahanan Indonesia-Rusia periode 2019–2025. Analisis didasarkan pada konsep defence industrial cooperation dan konsep trust untuk untuk menjelaskan tingkat kepercayaan antarnegara dalam hubungan kerja sama. Hasil penelitian menunjukan hambatan kerja sama industri pertahanan Indonesia-Rusia pada bidang research & development di akibatkan oleh trust yang minim karena kedua pihak tidak ingin kepentingannya di bawah kendali pihak lain karena khawatir trust tersebut akan disalahgunakan. Untuk bidang pengadaan teknologi adanya sanksi CAATSA, SWIFT dan export controls, fokus industri pertahanan Rusia ke dalam negeri karena perang terhadap Ukraina serta adanya gangguan rantai pasok seperti keterlambatan produksi dan keterlambatan pengiriman menciptakan efek gentar bagi Indonesia karena setiap transaksi signifikan dengan industri pertahanan Rusia berisiko terkena sanksi sekunder, dan cenderung lambat sehingga Indonesia menunda realisasi kerja sama yang berdampak pada stagnasi kerja sama.

Item Type: Other
Subjects: ?? 300 ??
?? 320 ??
Divisions: ?? hubungan_internasional ??
Depositing User: 2602321885 Digilib
Date Deposited: 17 Apr 2026 01:55
Last Modified: 17 Apr 2026 01:55
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98318

Actions (login required)

View Item View Item