MAKNA SIMBOLIK PROSESI TURUN MANDEI PADA UPACARA BEGAWI CAKAK PEPADUN DI ANEK NEGARA RATU KABUPATEN LAMPUNG TIMUR JAMO IMPLIKASINO LEM PEMBELAJARAN BAHASA LAMPUNG DI SMA

RAFINA LINTANG , PINDANI (2026) MAKNA SIMBOLIK PROSESI TURUN MANDEI PADA UPACARA BEGAWI CAKAK PEPADUN DI ANEK NEGARA RATU KABUPATEN LAMPUNG TIMUR JAMO IMPLIKASINO LEM PEMBELAJARAN BAHASA LAMPUNG DI SMA. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (21Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2122Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1652Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Masalah lem penelitian ijo iyolah kurangno dokumentasi jamo kajian terhadep makna simbolik prosesi Turun Mandei pada Upacara Begawi Cakak Pepadun di Anek Negara Ratu, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ijo bertujuan guwai ngedeskripsiken makna simbolik prosesi Turun Mandei pada Upacara Begawi Cakak Pepadun di Anek Negara Ratu, Kabupaten Lampung Timur, jamo implikasino lem pembelajaran Bahasa Lampung di SMA. Guwai ngajawab rumusan masalah ino, penelitian ijo ngegunoken landasan teori pada buku Semiotika Verbal karya Kriss Budiman. Penelitian ijo didesain ngegunoken pendekatan kualitatif jamo jenis penelitian etnografi. Teknik pengumpulan data sai digunoken iyolah observasi, wawancara, dokumentasi, jamo studi pustaka. Analisis data sai dilakuken ngegunaken teori semiotika Charles Sanders Peirce, sai ngenah tanda sebagai sistem triadik sai terdiri anjak representamen, objek, jamo interpretan. Hasil penelitian nunjukken bahwa prosesi Turun Mandei ngemik 18 makna simbolik yaino nilai keanggunan, kehormatan, kebibasan, pelapahan jamo keutuhan rumah tangga, mulaino acara, kasih sayang, kejantanan, kehormatan, kemuliaan, perlindungan, kesucian, kebersamaan, pembersihan diri, pengesahan, kesiapan, mulaino tahapan prosesi selanjutno. Hasil penelitian ijo dapek diimplikasiken lem pembelajaran Bahasa Lampung di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), lem Kurikulum Merdeka pada capaian pembelajaran kurikulum merdeka pada fase F.12.1, siswa diharapken mampu nulis gagasan, pikiran,pandangan, arahan lem bettuk teks nonsastra ngeliputi teks artikel budaya. Pengimplikasian ini diwujudkan lem bettuk rekomendasi bahan ajar modul. Kata Kunci : makna simbolik, turun mandei, budayo Lampung Masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya dokumentasi dan kajian terhadap makna simbolik prosesi Turun Mandei pada Upacara Begawi Cakak Pepadun di Desa Negara Ratu, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik prosesi Turun Mandei pada Upacara Begawi Cakak Pepadun di Desa Negara Ratu, Kabupaten Lampung Timur, dan implikasinya dalam pembelajaran Bahasa Lampung di SMA. Untuk menjawab rumusan masalah, penelitian ini menggunakan landasan teori pada buku Semiotika Verbal karya Kriss Budiman. Penelitian ini didesain menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi etnografi, melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data yang dilakukan menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce, yang melihat tanda sebagai sistem triadik yang terdiri dari representamen, objek, jamo interpretan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi Turun Mandei mengandung 18 makna simbolik yaitu nilai keanggunan, kehormatan, kebebasan, pelapahan jamo keutuhan rumah tangga, mulainya acara, kasih sayang, kejantanan, kehormatan, kemuliaan, perlindungan, kesucian, kebersamaan, pembersihan diri, pengesahan, kesiapan, mulainya tahapan prosesi selanjutnya. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan ke dalam pembelajaran Bahasa Lampung di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), pada Kurikulum Merdeka pada capaian pembelajaran kurikulum merdeka pada fase F.12.1, siswa diharapkan mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan dalam bentuk teks nonsastra berupa teks artikel budaya. Pengimplikasian ini diwujudkan dalam bentuk rekomendasi bahan ajar modul. Kata Kunci : makna simbolik, turun mandei, budaya Lampung The problem in this study is the lack of documentation and study of the symbolic meaning of the Turun Mandei procession in the Begawi Cakak Pepadun Ceremony in Negara Ratu Village, East Lampung Regency. This study aims to describe the symbolic meaning of the Turun Mandei procession in Begawi Cakak Pepadun Ceremony in Negara Ratu Village, East Lampung Regency, and its implications for learning the Lampung language in high school. To answer the research question, this study uses the theoretical basis in the book Semiotika Verbal by Kriss Budiman. This study was designed using a qualitative method with an ethnographic research type. Data collection techniques used include ethnography, through observation, interviews, documentation, and literature review. Data analysis was conducted using Charles Sanders Peirce's semiotics theory, which views signs as a triadic system consisting of representamen, object, and interpretant. The results of the research show that the Turun Mandei procession contains 18 symbolic meanings, namely the values of elegance, honor, freedom, the preservation of household integrity, the start of the event, affection, masculinity, honor, glory, protection, purity, togetherness, self-purification, validation, readiness, and the start of the next stage of the procession. The results of this study can be applied to the teaching of Lampung Language at the Senior High School (SMA) level, in the Merdeka Curriculum in the learning outcomes of the Merdeka Curriculum in phase F.12.1, where students are expected to be able to write ideas, thoughts, views, and directions in the form of non-literary texts in the form of cultural articles. This implication is realized in the form of recommendations for teaching module materials. Key words: symbolic meaning, turun mandei, Lampung culture

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan
400 Bahasa
400 Bahasa > 407 Pendidikan, riset dan topik terkait tentang Bahasa
Program Studi: FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Bahasa Lampung
Pengguna Deposit: 2602256482 Digilib
Date Deposited: 20 Apr 2026 06:28
Terakhir diubah: 20 Apr 2026 06:28
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98357

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir