Political Branding “Pengacara Rakyat” Pada Pemilihan Legislatif DPRD Provinsi Lampung Tahun 2024 (Studi Pada Wahrul Fauzi Silalahi)

Alfun Fuady, Alfadli (2026) Political Branding “Pengacara Rakyat” Pada Pemilihan Legislatif DPRD Provinsi Lampung Tahun 2024 (Studi Pada Wahrul Fauzi Silalahi). FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
Abstrak Alfun Fuady Alfadli.pdf

Download (442Kb) | Preview
[img] File PDF
Skripsi Alfun Fuady Alfadli.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (3294Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
Skripsi Tanpa Pembahasan Alfun Fuady Alfadli.pdf

Download (1411Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenaikan suara signifikan sebesar 276% anggota DPRD Provinsi Lampung Wahrul Fauzi Silalahi dari 11.549 suara pada periode 2019 menjadi 43.457 suara pada pencalonan periode kedua tahun 2024. Kenaikan tersebut menempati posisi kenaikan suara tertinggi dibandingkan seluruh kandidat terpilih DPRD Provinsi Lampung periode 2024–2029. Kenaikan tersebut diasumsikan disebabkan oleh keberhasilan political branding kandidat sebagai ”pengacara rakyat”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis political branding Wahrul Fauzi Silalahi sebagai ”pengacara rakyat” pada Pemilihan Legislatif tahun 2024 dengan menggunakan kerangka 4 dimensi O’Shaughnessy (2001), yaitu kebijakan, citra pemimpin, memori yang diwariskan, serta janji atau jasa yang ditawarkan di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa political branding Wahrul Fauzi Silalahi memanfaatkan rekam jejaknya sebagai ”pengacara rakyat”. Rekam jejak tersebut secara konsisten dirawat secara baik oleh kandidat melalui gaya komunikasi populis, penampilan sederhana, dan konsistensi tindakan dalam memberikan bantuan hukum gratis. Rekam jejak sebagai ”pengacara rakyat” selaras dengan platform Partai Gerindra sebagai partai yang memiliki visi keadilan hukum bagi seluruh golongan masyarakat. Keselarasan tersebut membentuk keterhubungan antara political branding, platform partai, dan harapan rakyat terhadap kandidat Wahrul Fauzi Silalahi. Dengan demikian, political branding ”pengacara rakyat” menjadi pilihan tepat bagi kandidat Wahrul Fauzi Silalahi sebagai strategi kemenangan dan menaikkan suara dalam Pemilihan Legislatif DPRD Provinsi Lampung tahun 2024. Kata Kunci: Political Branding, Wahrul Fauzi Silalahi, Pengacara Rakyat, Pemilihan Legislatif. This study is motivated by the significant increase of 276% in the vote share of Wahrul Fauzi Silalahi, a member of the Regional House of Representatives (DPRD) of Lampung Province, from 11,549 votes in 2019 to 43,457 votes in his second candidacy in 2024. This increase represents the highest vote gain among all elected candidates in the Lampung Provincial DPRD for the 2024–2029 period. The increase is presumed to be driven by the success of the candidate’s political branding as a “people’s lawyer.” The objective of this research is to describe and analyze the political branding of Wahrul Fauzi Silalahi as a “people’s lawyer” in the 2024 legislative election, using the framework of the four dimensions proposed by O’Shaughnessy (2001), namely policy, leader image, inherited memory, and promises or services offered for the future. This study employs a qualitative case study approach, with data collection techniques consisting of in-depth interviews and documentation studies. The findings indicate that Wahrul Fauzi Silalahi’s political branding effectively leverages his track record as a “people’s lawyer.” This track record has been consistently maintained through a populist communication style, modest appearance, and consistent actions in providing free legal assistance. Furthermore, this “people’s lawyer” track record aligns with the platform of the Gerindra Party, which emphasizes legal justice for all segments of society. This alignment creates a strong connection between political branding, party platform, and public expectations toward the candidate. Therefore, the “people’s lawyer” political branding proves to be an effective strategy for Wahrul Fauzi Silalahi in securing electoral victory and increasing his vote share in the 2024 Lampung Provincial Legislative Election. Keywords: Political Branding, Wahrul Fauzi Silalahi, People’s Lawyer, Legislative Election.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial
300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan)
Program Studi: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Ilmu Pemerintahan
Pengguna Deposit: 2602905177 Digilib
Date Deposited: 21 Apr 2026 02:10
Terakhir diubah: 21 Apr 2026 02:10
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98379

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir