CHRISYILLA THERESIA , SIMANJUNTAK (2026) ANALISIS PERAN BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN, RISET DAN INOVASI DAERAH (BAPPERIDA) DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH MELALUI SIPD (SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH) (Studi Pada BAPPERIDA Kota Bandar Lampung). FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK , UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (195Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA LAMPIRAN.pdf Restricted to Hanya staf Download (1556Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA PEMBAHASAN.pdf Download (1476Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya keterlambatan dalam penginputan rencana kegiatan melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Bandar Lampung, yang berdampak pada keterlambatan penyusunan dokumen perencanaan pembangunan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peran BAPPERIDA sebagai koordinator perencanaan belum sepenuhnya berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran BAPPERIDA dalam perencanaan pembangunan melalui SIPD menggunakan konsep peran kelembagaan menurut Inu Kencana Syafie (2013), sebagai regulator, dinamisator, dan fasilitator. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumen. Informan dalam penelitian ini berasal dari BAPPERIDA serta OPD terkait, yaitu Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran BAPPERIDA sebagai regulator telah berjalan melalui penetapan pedoman penginputan SIPD, namun belum optimal karena tidak adanya penerapan sanksi terhadap keterlambatan penginputan. Sebagai dinamisator, BAPPERIDA telah berperan aktif dalam melakukan koordinasi dan pengingat kepada OPD, meskipun masih bersifat informal dan belum didukung oleh mekanisme pengawasan yang terstruktur. Sementara itu, peran sebagai fasilitator belum berjalan secara maksimal, ditandai dengan belum adanya pelatihan dan pendampingan teknis yang berkelanjutan bagi OPD sehingga berdampak pada terbatasnya pemahaman operator mengatasi kendala penggunaan SIPD. Keterlambatan penginputan juga dipengaruhi oleh faktor keterbatasan sumber daya manusia, beban kerja operator, serta gangguan pada sistem. Peran BAPPERIDA dalam perencanaan pembangunan melalui SIPD telah terlaksana, namun masih memerlukan penguatan dalam aspek regulator dan fasilitator yaitu pengendalian ketidakdisiplinan OPD dan mekanisme pengawasan melalui pelatihan secara berkala mengenai SIPD. Kata Kunci: SIPD, Penginputan Rencana Kegiatan, Dokumen Perencanaan, OPD This study was motivated by the persistent delays in the entry of activity plans into the Local Government Information System (SIPD) by Regional Government Agencies (OPDs) in Bandar Lampung City, which has resulted in delays in the preparation of development planning documents. This situation indicates that BAPPERIDA’s role as a planning coordinator has not yet been fully optimized. This study aims to analyze BAPPERIDA’s role in development planning through the SIPD using the institutional role concept proposed by Inu Kencana Syafie (2013), specifically as a regulator, dynamizer, and facilitator. The research design employed is qualitative descriptive, utilizing data collection techniques such as interviews and document analysis. Informants in this study were drawn from BAPPERIDA and relevant OPDs, namely the Community Empowerment Agency and the Labor Agency of Bandar Lampung City. The results indicate that BAPPERIDA’s role as a regulator has been implemented through the establishment of SIPD data entry guidelines; however, it remains suboptimal due to the absence of sanctions for late data entry. As a facilitator, BAPPERIDA has actively coordinated and reminded OPDs, although these efforts remain informal and lack support from structured oversight mechanisms. Meanwhile, its role as a facilitator has not been fully realized, as evidenced by the absence of ongoing training and technical assistance for OPDs, which limits operators’ ability to overcome challenges in using SIPD. Delays in data entry are also influenced by factors such as limited human resources, operators’ workloads, and system disruptions. BAPPERIDA’s role in development planning through SIPD has been implemented, but it still requires strengthening in its regulatory and facilitation aspects— specifically, addressing OPD non-compliance and establishing oversight mechanisms through regular training on SIPD. Keywords: SIPD, Activity Plan Input, Planning Documents, OPD
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) > 321 Sistem pemerintahan dan sistem negara 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) > 322 Hubungan negara dengan kelompok terorganisir dan anggotanya |
| Program Studi: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Ilmu Pemerintahan |
| Pengguna Deposit: | 2602663482 Digilib |
| Date Deposited: | 21 Apr 2026 07:37 |
| Terakhir diubah: | 21 Apr 2026 07:37 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98405 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
