AULIA, RAHMA ALDILA (2026) KAJIAN INTERAKSI SIMBOLIK TENTANG STEREOTIP MAHASISWA ASING DAN MAHASISWA UNIVERSITAS LAMPUNG DALAM INTERAKSI SOSIAL. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf Download (176Kb) | Preview |
|
|
File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (4Mb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (3981Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Keberadaan mahasiswa asing di Universitas Lampung (Unila) menghadirkan dinamika interaksi sosial yang melibatkan perbedaan latar belakang budaya, bahasa, dan kebiasaan. Kontak sosial dan komunikasi antarbudaya yang terjadi antara mahasiswa asing dan mahasiswa Unila menjadi bagian dari interaksi sosial di lingkungan akademik. Dalam konteks tersebut, stereotip menjadi fenomena yang hadir antara mahasiswa asing dan mahasiswa Unila. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan stereotip mahasiswa asing dan mahasiswa Unila terhadap satu sama lain, bagaimana stereotip tersebut dimaknai dalam konteks interaksi sosial, serta faktor-faktor yang membentuk pemaknaan stereotip tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan empat belas informan, terdiri dari enam mahasiswa asing dan delapan mahasiswa Unila. Penelitian ini menggunakan konsep stereotip serta teori Interaksionisme Simbolik oleh Mead (1934) yaitu Mind, Self, dan Society. Serta premis utama oleh Blumer (1969). Pada hasil penelitian, stereotip yang disampaikan oleh informan mahasiswa asing di antaranya adalah ramah, sopan, dan kompetitif. Sementara itu, stereotip yang disampaikan oleh informan mahasiswa Unila di antaranya adalah superior, pintar, berkelompok, disiplin, dan ramah. Stereotip ini merupakan rangkuman dari informan dan tidak mengarah pada satu gambaran yang seragam, melainkan bervariasi sesuai latar belakang yang dikenal oleh masing-masing informan. Pemaknaannya bersifat beragam, subjektif, situasional, serta kontekstual. Faktor pembantuk pemaknaan stereotip terutama oleh pengalaman interaksi langsung, sementara cerita dari orang lain dan media sosial menjadi faktor tambahan pada sebagian informan. Kata kunci: interaksionisme simbolik, interaksi sosial, komunikasi antarbudaya, mahasiswa, stereotip.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) |
| Program Studi: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Ilmu Komunikasi |
| Pengguna Deposit: | 2602020850 Digilib |
| Date Deposited: | 21 Apr 2026 08:13 |
| Terakhir diubah: | 21 Apr 2026 08:13 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98418 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
