IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 80 TAHUN 2019 TENTANG PERDAGANGAN MELALUI SISTEM ELEKTRONIK TERHADAP AKTIVITAS JUAL BELI MOBIL BEKAS CONSUMER TO CONSUMER DI FACEBOOK MAKETPLACE

LEMBAYUNG, AZZAHRA ALIUNI (2026) IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 80 TAHUN 2019 TENTANG PERDAGANGAN MELALUI SISTEM ELEKTRONIK TERHADAP AKTIVITAS JUAL BELI MOBIL BEKAS CONSUMER TO CONSUMER DI FACEBOOK MAKETPLACE. FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK- ABSTRACT.pdf

Download (246Kb) | Preview
[img] File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (3178Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2937Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Perkembangan teknologi informasi mendorong peningkatan jual beli mobil bekas Consumer to Consumer di Facebook Marketplace, namun praktik yang informal berisiko menimbulkan wanprestasi. Untuk mengatasinya, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2019 sebagai peraturan pelaksana dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi PP tersebut terhadap transaksi Consumer to Consumer serta mengkaji penyelesaian sengketa wanprestasi berdasarkan KUHPerdata dan Peraturan Pemerintah 80 Tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif-empiris dengan tipe deskriptif, menggunakan bahan hukum primer dan sekunder yang didukung oleh data hasil wawancara. Pendekatan masalah yang digunakan merupakan pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2019 dalam transaksi jual beli mobil bekas secara Consumer to Consumer di Facebook Marketplace belum berjalan optimal, khususnya dalam aspek pembentukan kesepakatan dan perlindungan hukum yang disebabkan oleh praktik transaksi yang dilakukan secara informal tanpa perjanjian tertulis yang jelas serta minimnya pemahaman para pihak terhadap aturan perdagangan melalui sistem elektronik. Selain itu, penyelesaian sengketa akibat wanprestasi dalam praktiknya lebih sering dilakukan melalui mekanisme nonlitigasi berupa negosiasi secara online yang bersifat informal, sehingga untuk menjamin perlindungan dan kepastian hukum, transaksi sebaiknya dituangkan dalam perjanjian tertulis. Kata Kunci: Perdagangan Melalui Sistem Elektronik, Consumer to Consumer, Facebook Marketplace, Wanprestasi.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum
Program Studi: FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum
Pengguna Deposit: 2602315642 Digilib
Date Deposited: 22 Apr 2026 03:39
Terakhir diubah: 22 Apr 2026 03:39
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98446

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir