MAKNA SIMBOLIK TRADISI BLANGIKHAN DALAM MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN PADA MASYARAKAT LAMPUNG SAIBATIN DI KELURAHAN KURIPAN KECAMATAN TELUK BETUNG BARAT KOTA BANDAR LAMPUNG

MELY, SAFITRI (2026) MAKNA SIMBOLIK TRADISI BLANGIKHAN DALAM MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN PADA MASYARAKAT LAMPUNG SAIBATIN DI KELURAHAN KURIPAN KECAMATAN TELUK BETUNG BARAT KOTA BANDAR LAMPUNG. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (110Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (4Mb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (4Mb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Kelurahan Kuripan Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung, terdapat suatu tradisi yang disebut Tradisi Blangikhan. Tradisi Blangikhan adalah tradisi penyucian diri yang dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadhan sebagai bentuk kesiapan lahir dan batin dalam menyambut ibadah puasa. Tradisi ini mempunyai perlengkapan yang harus digunakan dalam pelaksanaanya, jadi bukan tradisi yang dilaksanakan secara sembarangan. Perlengkapan tersebut mempunyai makna yang berguna dalam kehidupan seharihari masyarakat Lampung. Seiring dengan perkembangan zaman, pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap makna simbolik perlengkapan dalam tradisi ini mulai mengalami pergeseran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna simbolik perlengkapan yang digunakan dalam tradisi blangikhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan kepustakaan. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perlengkapan yang digunakan dalam tradisi blangikhan memiliki fungsi istimewa sebagai sarana penyucian diri. Salah satunya adalah daun pandan yang dipercaya mampu mengangkat kotoran dan menghilangkan bau tidak sedap. Dari unsur peralatan, warna yang digunakan, serta syair mencerminkan nilai-nilai spiritual masyarakat Lampung yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, saling menghargai, dan menghormati, serta menjadi media pelestarian tradisi dan identitas masyarakat Lampung Saibatin. Kata Kunci: Makna Simbolik, Tradisi Blangikhan, Lampung Saibatin In Kuripan Village, Teluk Betung Barat District, Bandar Lampung City, there is a tradition called Blangikhan Tradition. This ritual is a form of self-purification conducted before the holy month of Ramadan as a preparation of both body and soul to welcome the fasting month. The tradition involves specific ritual equipment that must be used during the procession, indicating that it is not performed arbitrarily. Each piece of equipment carries symbolic meanings that hold significance in the daily life of the Lampung people. As time progresses, the younger generation’s understanding of these symbolic meanings has begun to diminish.This study aims to explore the symbolic meanings of the ritual equipment used in the Blangikhan tradition. The research employed a qualitative method with a descriptive approach, using interviews, observations, documentation, and literature studies as data collection techniques. The data analysis involved data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings show that each piece of equipment used in the Blangikhan tradition has a special function as a medium of purification. One example is pandan leaves, which are believed to remove dirt and eliminate unpleasant odors. The combination of ritual tools, color symbolism, and accompanying chants reflects the spiritual values upheld by the Lampung community, particularly the principles of togetherness, mutual respect, and harmony. These elements also function as a medium for preserving cultural traditions and strengthening the identity of the Lampung Saibatin community. Keywords: Symbolic Meaning, Blangikhan Tradition, Lampung Saibatin.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial
300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan
300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan > 373 Pendidikan menengah; sekolah tingkat lanjutan
Program Studi: FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Sejarah IPS
Pengguna Deposit: 2602174729 Digilib
Date Deposited: 23 Apr 2026 02:16
Terakhir diubah: 23 Apr 2026 02:16
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98501

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir