NUR, IMANIA DANEMA (2026) AMANAT DALAM SYAIR DIKEGH BARU PADA TRADISI BUTABUH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA LAMPUNG DI SMP. FAFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. ABSTRAK.pdf Download (80Kb) | Preview |
|
|
File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (2757Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB IV.pdf Download (3677Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Syair Dikegh Baru merupakan salah satu bentuk sastra lisan Lampung yang hidup dan berkembang dalam tradisi Butabuh masyarakat Lampung Saibatin. Syair ini tidak hanya berfungsi sebagai ungkapan budaya, tetapi juga sebagai media penyampaian pesan atau amanat yang berkaitan dengan nilai-nilai kehidupan. Amanat dalam karya sastra, menurut Burhan Nurgiyantoro, merupakan pesan yang ingin disampaikan pengarang atau penutur kepada pembaca atau pendengar, baik secara langsung maupun tersirat. Permasalahan dalam penelitian ini difokuskan pada amanat yang terkandung dalam Syair Dikegh Baru serta implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Lampung di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Sumber data penelitian ini adalah bait-bait Syair Dikegh Baru yang dituturkan oleh tokoh adat dan penyair dalam tradisi Butabuh masyarakat Lampung Saibatin di Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi dan wawancara dengan tokoh adat serta penyair lokal. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan mengacu pada klasifikasi amanat menurut Burhan Nurgiyantoro yang meliputi amanat moral, sosial, religius, dan budaya.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan wawancara dengan tokoh adat serta penyair lokal. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan mengacu pada teori amanat menurut Burhan Nurgiyantoro yang mengklasifikasikan amanat ke dalam amanat moral, sosial, religius, filosofis, dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 21 data amanat dalam Syair Dikegh Baru pada tradisi Butabuh. Amanat-amanat tersebut mencerminkan nilai tanggung jawab, penghormatan kepada orang tua, kepedulian sosial, ketaatan kepada Tuhan, kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan, serta pentingnya menjaga dan melestarikan adat dan budaya Lampung. Temuan tersebut memiliki implikasi yang relevan untuk pembelajaran Bahasa Lampung di SMP karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar sastra lisan yang mendukung pembentukan karakter peserta didik serta penguatan identitas budaya lokal. Kata kunci: Amanat, Syair Dikegh Baru, Tradisi Butabuh, Pembelajaran Bahasa Lampung.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 400 Bahasa > 407 Pendidikan, riset dan topik terkait tentang Bahasa 400 Bahasa > 490 Bahasa-bahasa lain |
| Program Studi: | FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Bahasa Lampung |
| Pengguna Deposit: | 2602829985 Digilib |
| Date Deposited: | 24 Apr 2026 01:32 |
| Terakhir diubah: | 24 Apr 2026 01:32 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98542 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
