Denny, Saputra Pratama (2026) IMPLEMENTASI KEMITRAAN KONSERVASI PADA GABUNGAN KELOMPOK TANI HUTAN SISTEM HUTAN KERAKYATAN LESTARI DI TAMAN HUTAN RAYA WAN ABDUL RACHMAN. FAKULTAS PRTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf Download (115Kb) | Preview |
|
|
File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (1239Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (916Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Pemerintah menerapkan skema Kemitraan Konservasi sebagai upaya penyelesaian konflik lahan di kawasan konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah pengelolaan lahan oleh Gapoktanhut SHK Lestari di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman serta menganalisis implementasi Kemitraan Konservasi pada Gapoktanhut SHK Lestari di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, pengamatan terlibat, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah pengelolaan lahan di kawasan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman mengalami dinamika kebijakan pengelolaan kawasan, mulai dari pendekatan keamanan pada masa Orde Baru hingga upaya penataan pengelolaan melalui penguatan kelembagaan masyarakat di tengah ketidakpastian akses kelola. Perkembangan kebijakan perhutanan sosial kemudian membuka ruang pemberian akses legal kepada masyarakat melalui skema Kemitraan Konservasi. Kemitraan Konservasi pada Gabungan Kelompok Tani Hutan SHK Lestari telah mengubah hubungan antara masyarakat dan pengelola kawasan. Konflik tenurial lahan hutan yang terjadi sebelumnya berubah menjadi kerja sama pengelolaan. Pengakuan akses kelola diatur secara formal melalui skema Kemitraan Konservasi. Implementasinya diwujudkan melalui penguatan kelembagaan Kelompok Tani Hutan dan penerapan sistem agroforestri. Kemitraan ini melibatkan 21 KTH berizin yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani Hutan SHK Lestari. Cakupannya sebanyak 512 kepala keluarga dan luas areal kelola sekitar 790,94 ha. Pengelolaan lahan diarahkan pada pemanfaatan hasil hutan bukan kayu sebagai sumber penghidupan, disertai kegiatan pengolahan pascapanen, keterlibatan kelompok perempuan, serta partisipasi masyarakat dalam patroli dan kegiatan konservasi. Pelaksanaan Kemitraan Konservasi masih menghadapi kendala berupa ketergantungan pemasaran pada pedagang tengkulak, rendahnya keterlibatan generasi muda, penyesuaian luasan lahan dalam pengaturan izin, serta beban administrasi pelaporan ekonomi bagi sebagian anggota kelompok lanjut usia. Keberlanjutan Kemitraan Konservasi dapat ditingkatkan melalui penguatan akses pemasaran, regenerasi petani muda, penyederhanaan administrasi, serta peningkatan peran dan pendampingan Gapoktanhut SHK Lestari. Kata Kunci: Kawasan Konservasi, Konflik Tenurial, Resolusi Konflik, Agroforestri
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 600 Teknologi (ilmu terapan) 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan |
| Program Studi: | FAKULTAS PERTANIAN (FP) & PASCASERJANA > Prodi S1 Kehutanan |
| Pengguna Deposit: | 2602867743 Digilib |
| Date Deposited: | 24 Apr 2026 08:59 |
| Terakhir diubah: | 24 Apr 2026 08:59 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98626 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
