Revilarita, Arlanda (2026) STUDI BUDIDAYA RUMPUT LAUT YANG TERINTEGRASI DENGAN BUDIDAYA UDANG: ANALISIS KUALITAS AIR, PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT, DAN KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI DESA RUGUK, KECAMATAN KETAPANG, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (140Kb) | Preview |
|
|
File PDF
FILE THESIS FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (2857Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
FILE THESIS FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (2671Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Budidaya udang intensif berkontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi perikanan nasional, namun menghasilkan limbah organik yang berpotensi menurunkan kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan sistem Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA) menggunakan rumput laut sebagai biofilter di Desa Ruguk, Lampung Selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli hingga Oktober 2024. Metode penelitian bersifat eksploratif dengan pengambilan sampel pada empat Lokasi stasiun pengamatan: instalasi pengolahan air limbah (IPAL), muara sungai, area budidaya rumput laut, dan tandon. Parameter yang diamati meliputi kualitas air (fisikakimia), performa pertumbuhan rumput laut, dan analisis kelayakan usaha. Hasil analisis statistik kualitas air menunjukkan bahwa parameter nutrien (TAN, Nitrat, Fosfat, TOM) dan TSS tidak berbeda nyata antar stasiun (P>0,05), mengindikasikan bahwa penurunan beban nutrien oleh rumput laut belum signifikan, sedangkan pada parameter alkalinitas, TDS, salinitas, dan DO menunjukkan perbedaan nyata pada stasiun tertentu. Meskipun demikian, seluruh parameter kualitas air masih berada dalam ambang batas baku mutu yang layak untuk budidaya. Pertumbuhan rumput laut menunjukkan hasil positif dengan pertumbuhan bobot mutlak sebesar 240,80 g, laju pertumbuhan spesifik (SGR) sebesar 7,88%, dan berat kering 8,8%. Aspek ekonomi, usaha budidaya rumput laut terintegrasi ini dinyatakan layak (feasible) dengan nilai Benefit Cost Ratio (B/C) sebesar 2,64, Payback Period (PP) selama 0,61 tahun (7,3 bulan), serta titik impas (BEP) produksi pada 4.539 kg dan BEP harga Rp 1.906/kg. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun remediasi nutrien secara total belum maksimal, sistem IMTA di Desa Ruguk sangat potensial dikembangkan karena mampu mendukung pertumbuhan rumput laut yang optimal dan memberikan keuntungan finansial yang tinggi bagi pembudidaya.
| Jenis Karya Akhir: | Tesis (Masters) |
|---|---|
| Subyek: | 500 ilmu pengetahuan alam dan matematika > 590 Ilmu hewan (zoologi) 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan |
| Program Studi: | FAKULTAS PERTANIAN (FP) & PASCASERJANA > Prodi S2 Magister Manajemen Wilayah Pesisir dan Laut |
| Pengguna Deposit: | 2602767575 Digilib |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 02:27 |
| Terakhir diubah: | 27 Apr 2026 02:27 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98644 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
