PEREMPUAN TUNGGAL DAN NYENTANA : HAMBATAN SOSIAL DALAM MENCARI PASANGAN PADA MAHASISWA BALI DI KOTA BANDAR LAMPUNG

NI WAYAN SHANI , NAGITA (2026) PEREMPUAN TUNGGAL DAN NYENTANA : HAMBATAN SOSIAL DALAM MENCARI PASANGAN PADA MAHASISWA BALI DI KOTA BANDAR LAMPUNG. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (220Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1021Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (807Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Nyentana merupakan sistem perkawinan dalam masyarakat Bali yang mengharuskan pihak laki-laki masuk ke dalam keluarga perempuan sebagai upaya melanjutkan garis keturunan ketika keluarga tidak memiliki anak laki-laki. Tradisi ini banyak dialami oleh perempuan tunggal, termasuk mahasiswa Hindu Bali yang merantau di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna nyentana bagi perempuan tunggal mahasiswa Bali, mengidentifikasi hambatan sosial dalam mencari pasangan, serta menganalisis strategi yang dilakukan dalam menghadapi hambatan tersebut. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang melibatkan empat belas mahasiswi Bali anak tunggal dan satu tokoh organisasi Hindu sebagai informan penguat. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyentana dimaknai sebagai bentuk tanggung jawab melanjutkan garis keturunan dan wujud bakti kepada orang tua, namun sekaligus menjadi beban sosial dan tekanan psikologis. Hambatan yang muncul meliputi penolakan dari pihak laki-laki dan keluarganya, stigma negatif masyarakat terhadap laki-laki yang menjalani nyentana, perbedaan budaya di lingkungan perantauan, serta pertimbangan faktor ekonomi. Dalam menghadapi hambatan tersebut, perempuan tunggal melakukan strategi adaptasi melalui komunikasi terbuka dengan pasangan, memperluas relasi sosial, memilih pasangan dengan latar belakang yang mendukung, serta memperkuat kesiapan mental dan ekonomi. Penelitian ini menegaskan bahwa nyentana bukan sekadar praktik adat, melainkan faktor sosial yang secara signifikan memengaruhi dinamika relasi dan proses pencarian pasangan perempuan tunggal mahasiswa Bali di Kota Bandar Lampung. Kata kunci: perempuan tunggal, nyentana, hambatan sosial, mahasiswa Bali, perantauan Nyentana is a marriage system in Balinese society that requires the man to join the woman's family as an effort to continue the lineage when the family has no sons. This tradition is often experienced by single women, including Balinese Hindu students who migrate to Bandar Lampung City. This study aims to understand the meaning of nyentana for single female Balinese students, identify social barriers in finding a partner, and analyze strategies used to overcome these obstacles. This research approach is qualitative with descriptive methods involving ten single Balinese female students and one Hindu organization leader as supporting informants. Data were obtained through in-depth interviews, observation, and documentation. The results show that nyentana is interpreted as a form of responsibility to continue the lineage and an expression of devotion to parents, but also a social burden and psychological pressure. Obstacles that arise include rejection from the man and his family, negative societal stigma towards men who undergo nyentana, cultural differences in the migrant environment, and economic considerations. In facing these obstacles, single women employ adaptation strategies through open communication with their partners, expanding social networks, choosing partners with supportive backgrounds, and strengthening mental and economic readiness. This study confirms that nyentana is not simply a traditional practice, but rather a social factor that significantly influences the relationship dynamics and partner-finding process of single Balinese female university students in Bandar Lampung. Keywords: single women, nyentana, social barriers, Balinese students, migrant workers.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 301 Sosiologi dan antropologi
Program Studi: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Sosiologi
Pengguna Deposit: 2602473865 Digilib
Date Deposited: 28 Apr 2026 04:17
Terakhir diubah: 28 Apr 2026 04:17
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98736

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir