Efektivitas Ekstrak Metanol Daun Walisongo (Schefflera arboricola) Sebagai Biofungisida Terhadap Pertumbuhan Colletotrichum sp. Dan Fusarium sp.

ASTRY, WASUHAYA (2026) Efektivitas Ekstrak Metanol Daun Walisongo (Schefflera arboricola) Sebagai Biofungisida Terhadap Pertumbuhan Colletotrichum sp. Dan Fusarium sp. MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (153Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI ASTRY WASUHAYA (TANPA LAMPIRAN).pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1567Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
ASTRY WASUHAYA SKRIPSI (TANPA HASIL PEMBAHASAN).pdf

Download (1413Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Colletotrichum sp. dan Fusarium sp. merupakan fungi patogen penyebab penyakit antraknosa dan layu fusarium yang menimbulkan kerugian ekonomi pada tanaman hortikultura, khususnya cabai. Pengendalian penyakit umumnya menggunakan fungisida sintetis yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak metanol daun walisongo (Schefflera arboricola) sebagai biofungisida terhadap pertumbuhan Colletotrichum sp. dan Fusarium sp. secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu konsentrasi ekstrak metanol daun walisongo (5%, 10%, 15%) dan kontrol negatif (tanpa perlakuan) serta kontrol positif (ketokonazol), dengan lima ulangan. Parameter yang diamati adalah diameter koloni fungi dan persentase daya hambat. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (anara) dan dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf kepercayaan 5% (α = 0,05). Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun walisongo mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Hasil anara menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun walisongo secara signifikan menghambat pertumbuhan kedua jamur uji. Konsentrasi 10% merupakan konsentrasi yang paling efektif dengan persentase penghambatan sebesar 36,2% terhadap Fusarium sp. dan 38,9% terhadap Colletotrichum sp. sehingga ekstrak metanol daun walisongo berpotensi sebagai biofungisida nabati yang dapat mendukung pertanian berkelanjutan. Kata kunci : biofungisida, Schefflera arboricola, Colletotrichum sp., Fusarium sp.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 500 ilmu pengetahuan alam dan matematika
500 ilmu pengetahuan alam dan matematika > 570 Biologi
Program Studi: FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) > Prodi S1 Biologi Terapan
Pengguna Deposit: 2602578061 Digilib
Date Deposited: 29 Apr 2026 01:26
Terakhir diubah: 29 Apr 2026 01:26
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98782

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir