ANALISIS INTEGRATIF MORFOLOGI DAN MARKA RANDOM AMPLIFIED POLYMORPHIC DNA TERHADAP KERAGAMAN GENETIK DAN HUBUNGAN ANTAR 30 GENOTIPE UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz) YANG DIBUDIDAYAKAN DI LAMPUNG, INDONESIA

NURUL, HANIFAH (2026) ANALISIS INTEGRATIF MORFOLOGI DAN MARKA RANDOM AMPLIFIED POLYMORPHIC DNA TERHADAP KERAGAMAN GENETIK DAN HUBUNGAN ANTAR 30 GENOTIPE UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz) YANG DIBUDIDAYAKAN DI LAMPUNG, INDONESIA. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf

Download (227kB) | Preview
[img] Text
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Provinsi Lampung merupakan salah satu sentra produksi ubi kayu di Indonesia yang berkontribusi besar terhadap produksi nasional serta memiliki keragaman genotipe lokal yang tinggi. Namun, informasi mengenai hubungan kekerabatan genetik antar genotipe tersebut masih terbatas, terutama jika dikaji melalui pendekatan integrasi antara morfologi dan molekuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaman dan hubungan kekerabatan genetik genotipe ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) yang dibudidayakan di Lampung menggunakan analisis morfologi dan molekuler secara integratif. Evaluasi morfologi berdasarkan enam karakter menunjukkan adanya variasi fenotipik pada 30 genotipe dengan nilai similaritas berkisar antara 0,67–1,00, dengan tingkat kemiripan tertinggi ditemukan pada pasangan Garuda–Celeng. Namun, karakter morfologi memiliki daya pembeda yang terbatas karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Analisis molekuler menggunakan enam primer RAPD (OPA-01, OPA-03, OPA-16, OPAA-01, OPB-18, dan OPC-06) menunjukkan nilai similaritas genetik berkisar antara 0,60–0,93, dengan kemiripan tertinggi pada pasangan TDSS–TDSL dan terendah pada TDSL–BW-1. Beberapa pasangan dan kelompok genotipe (TDSS–TDSL; Garuda–Celeng; KP–GSP–Klenteng; serta Vati-1–Vamas-1–SN–Adira-4) menunjukkan pola pengelompokan yang konsisten antara analisis morfologi dan molekuler. Hasil uji Mantel menunjukkan korelasi lemah dan tidak signifikan (r = 0,0963; p > 0,05), yang mengindikasikan bahwa data morfologi belum sepenuhnya merepresentasikan variasi genetik. Oleh karena itu, integrasi analisis molekuler diperlukan untuk meningkatkan akurasi penilaian hubungan kekerabatan serta mendukung pengelolaan plasma nutfah dan pemuliaan ubi kayu. Kata kunci: Genotipe ubi kayu; karakterisasi morfologi; keragaman genetik; marka molekuler RAPD; analisis filogenetik.

Item Type: Other
Subjects: ?? 630 ??
Divisions: ?? agronomi ??
Depositing User: 2602371551 Digilib
Date Deposited: 29 Apr 2026 01:31
Last Modified: 29 Apr 2026 01:31
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98785

Actions (login required)

View Item View Item