EVALUASI PELAYANAN PERIZINAN MELALUI ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU PROVINSI LAMPUNG (Studi Kesenjangan Pelayanan Perizinan pada Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral dengan Pengelolaan Sumber Daya Air di Provinsi Lampung)

ADELIA, FIRANTI (2026) EVALUASI PELAYANAN PERIZINAN MELALUI ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU PROVINSI LAMPUNG (Studi Kesenjangan Pelayanan Perizinan pada Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral dengan Pengelolaan Sumber Daya Air di Provinsi Lampung). FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf

Download (146Kb) | Preview
[img] File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (3409Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2724Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Pelayanan perizinan berbasis Online Single Submission (OSS) bertujuan menyederhanakan proses perizinan dan meningkatkan kemudahan berusaha. Namun, dalam implementasinya masih terdapat perbedaan capaian pelayanan antar sektor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab kesenjangan jumlah pengajuan perizinan OSS antara sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan sektor Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, dan Product) oleh Daniel L. Stufflebeam (1966). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek context, kesenjangan dipengaruhi oleh perubahan kewengan regulasi dan perbedaan karakteristik usaha. Pada aspek input, kendala ditemukan pada kesiapan teknologi yang belum optimal serta kompetensi petugas yang belum merata. Pada aspek process, rendahnya tingkat pemahaman pelaku usaha serta kurangnya koordinasi antar instansi menyebabkan proses pelayanan belum berjalan efektif. Sementara itu, pada aspek produsct, kesenjangan terlihat dari perbedaan jumlah perizinan antar sektor serta belum optimalnya efektivitas pelayanan. Faktor penyebab kesenjangan terdiri dari faktor internal, yaitu kompetensi petugas dan kesiapan sistem teknologi, serta faktor eksternal, yaitu perubahan regulasi, koordinasi antar lembaga, dan rendahnya tingkat kesadaran pelaku usaha. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesenjangan pelayanan OSS disebabkan oleh berbagai faktor berkaitan, sehingga diperlukan upaya perbaikan yang komprehensif melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, optimalisasi sistem teknologi, penguatan koordinasi antar instansi, serta peningkatan sosialisasi kepada pelaku usaha. Kata Kunci: OSS, CIPP, Perizinan, DPMPTSP, Provinsi Lampung

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial
300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan)
Program Studi: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Ilmu Pemerintahan
Pengguna Deposit: 2602447323 Digilib
Date Deposited: 30 Apr 2026 01:35
Terakhir diubah: 30 Apr 2026 01:35
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98799

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir