DEIKSIS DALAM GELAR WICARA YOUTUBE NAJWA SHIHAB EPISODE PRESIDEN PRABOWO MENJAWAB DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA

DEWI , AMELIANA (2026) DEIKSIS DALAM GELAR WICARA YOUTUBE NAJWA SHIHAB EPISODE PRESIDEN PRABOWO MENJAWAB DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (78kB) | Preview
[img] Text
SKRPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
SKRPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (918kB) | Preview

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penggunaan deiksis dalam gelar wicara YouTube Najwa Shihab episode Presiden Prabowo Menjawab dan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan deiksis dalam gelar wicara YouTube Najwa Shihab episode Presiden Prabowo Menjawab dan mengimplikasikan hasil penelitian terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa tuturan narasumber yang memuat unsur deiksis dalam gelar wicara YouTube Najwa Shihab episode Presiden Prabowo Menjawab. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode padan referensial dengan teknik dasar berupa Pilah Unsur Penentu (PUP) dan teknik lanjutan Hubung Banding Menyamakan (HBS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa deiksis dalam gelar wicara YouTube Najwa Shihab episode Presiden Prabowo Menjawab, meliputi (1) deiksis persona yang diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu persona pertama (saya, aku, kita dan kami), persona kedua (kamu, -mu, kau, dan kalian), dan persona ketiga (ia, dia, dan mereka). (2) Deiksis tempat yang diklasifikasikan menjadi dua yaitu dekat penutur (di sini) dan jauh penutur (di situ). (3) Deiksis waktu yang diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu masa kini (sekarang, hari ini, dan tahun ini), masa lampau (dulu, waktu itu, dan tahun lalu), dan masa mendatang (nanti sore). (4) Deiksis wacana yang diklasifikasikan menjadi dua, yaitu wacana sebelumnya (itu) dan wacana kemudian (ini). (5) Deiksis sosial (beliau, Pak, Bapak, Bu, dan Anda). Penelitian deiksis ini diimplikasikan pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA kelas X fase E sebagai materi pelengkap berupa contoh-contoh penggunaan deiksis untuk pembelajaran teks anekdot pada Tujuan Pembelajaran (TP) 2.4 Peserta didik mampu menulis teks anekdot untuk menyampaikan kritik dengan memperhatikan kaidah kebahasaan yang tepat. Kata Kunci: Deiksis, Implikasi, Pembelajaran Bahasa Indonesia

Item Type: Other
Subjects: ?? 400 ??
?? 407 ??
Divisions: FKIP > Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah
Depositing User: 2602733864 Digilib
Date Deposited: 04 May 2026 06:35
Last Modified: 04 May 2026 06:35
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98934

Actions (login required)

View Item View Item