DIALEKTIKA RELASIONAL DALAM ABUSIVE RELATIONSHIP (Studi Deskriptif pada Korban Tindak Abusive dalam Hubungan Rumah Tangga di Bandar Lampung)

RIFKA AISY , MARISKA (2026) DIALEKTIKA RELASIONAL DALAM ABUSIVE RELATIONSHIP (Studi Deskriptif pada Korban Tindak Abusive dalam Hubungan Rumah Tangga di Bandar Lampung). FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (227Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2986Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1416Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Meningkatnya jumlah kekerasan dari tahun ke tahun yang terjadi di Bandar Lampung menunjukkan kegagalan dalam mengelola konflik pada hubungan rumah tangga, karena pada dasarnya konflik merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dalam relasi interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengalaman komunikasi dialektika relasional pada korban abusive relationship dalam hubungan rumah tangga di Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi deskriptif dengan berlandaskan Teori Dialektika Relasional oleh Leslie Baxter dan Barbara Montgomery yang menggarisbawahi kontradiksi di dalam hubungan, terutama dengan tiga dialektika dasar diantaranya yaitu otonomi-koneksi, keterbukaan-ketertutupan, dan kebaruan-prediktibilitas. Perolehan data yaitu melalui wawancara, observasi dan dokumentasi terhadap korban dengan tindak abusif dalam rumah tangga di Bandar Lampung serta informan pendukung sebagai bentuk triangulasi. Ditemukan bahwa komunikasi dalam hubungan abusive ditandai oleh dominasi, manipulasi, kekerasan verbal dan fisik, serta ketimpangan kuasa yang memperkuat ketegangan pada rumah tangga. Temuan tersebut merefleksikan adanya dialektika otonomi–koneksi yang tercermin dari rasa dilema korban antara mempertahankan hubungan dan mempertahankan kemandirian diri, dialektika keterbukaan–ketertutupan yang tampak dari kecenderungan korban untuk menahan diri dalam mengungkapkan kondisi akibat adanya rasa takut dan tekanan emosional, serta dialektika kebaruan–prediktibilitas yang tampak dari pola hubungan yang cenderung berulang namun tetap dipertahankan meskipun minimnya perubahan serta ketegangan. Kondisi ini menunjukkan kegagalan negosiasi dalam komunikasi rumah tangga, menghasilkan ketimpangan dan berpotensi memicu kekerasan. Kata kunci: Dialektika relasional, abusive relationship, komunikasi interpersonal, kekerasan dalam rumah tangga, kontradiksi. The increasing number of violence cases occurring each year in Bandar Lampung indicates a failure in managing conflict within marital relationships, as conflict is inherently an unavoidable phenomenon in interpersonal relations. This study aims to identify the communication experiences of relational dialectics among victims of abusive relationships within marital contexts in Bandar Lampung. This research employs a qualitative descriptive approach grounded in Relational Dialectics Theory proposed by Leslie Baxter and Barbara Montgomery, which emphasizes contradictions within relationships, particularly the three core dialectics: autonomy–connection, openness–closedness, and novelty–predictability. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving victims of abusive relationships in households in Bandar Lampung, as well as supporting informants as part of triangulation. The findings reveal that communication in abusive relationships is characterized by domination, manipulation, verbal and physical violence, and power imbalances that intensify relational tensions within the household. These findings reflect the presence of autonomy–connection dialectics, as seen in the victims’ dilemma between maintaining the relationship and preserving personal independence; openness–closedness dialectics, evident in the victims’ tendency to withhold their experiences due to fear and emotional pressure; and novelty–predictability dialectics, reflected in repetitive relationship patterns that are continuously maintained despite minimal change and ongoing tension. This condition indicates a failure in negotiating communication within the household, resulting in inequality and the potential to perpetuate violence. Kata kunci: relational dialectics, abusive relationship, interpersonal communication, domestic violence, contradiction.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial
300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan)
Program Studi: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Ilmu Komunikasi
Pengguna Deposit: 2602029345 Digilib
Date Deposited: 04 May 2026 07:29
Terakhir diubah: 04 May 2026 07:29
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98967

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir