Dwiki Citra, Adama (2026) DIPLOMASI AIR PREVENTIF INDIA DALAM MENGHADAPI PERSEPSI ANCAMAN AIR DENGAN TIONGKOK DI HIMALAYA 2020–2025. Ilmu Sosial dan Ilmu Politik , Universitas Lampung .
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (154Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL PEMBAHASAN .pdf Restricted to Hanya staf Download (1932Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA PEMBAHASAN.pdf Download (785Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Pengelolaan air lintas batas di kawasan Himalaya menjadi isu penting dalam hubungan antara India dan Tiongkok. Sungai Brahmaputra yang berhulu di Tibet memiliki peran besar bagi kebutuhan air dan pembangunan di India. Pembangunan bendungan oleh Tiongkok di wilayah hulu serta penghentian pertukaran data hidrologi sejak 2022 menimbulkan kekhawatiran di India. Rencana pembangunan bendungan besar seperti Motuo Hydropower Station juga meningkatkan potensi ketegangan. Situasi ini semakin rumit karena belum ada perjanjian hukum yang mengikat tentang pengelolaan air lintas batas antara kedua negara. Penelitian ini bertujuan menjelaskan Persepsi Ancaman air antara India dan Tiongkok serta menjelaskan diplomasi air preventif yang dilakukan India pada periode 2020–2025. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data sekunder dari jurnal ilmiah, laporan resmi, dokumen kebijakan, dan berita. Analisis menggunakan konsep diplomasi air preventif dari Marko Keskinen yang menekankan upaya pencegahan melalui diplomasi preventif, mediasi dan pembangunan perdamaian, serta resolusi konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa India lebih banyak menggunakan diplomasi preventif untuk menghadapi Persepsi Ancaman air dengan Tiongkok. Upaya tersebut terlihat melalui pemantauan pembangunan bendungan di wilayah hulu serta penggunaan forum teknis seperti expert level mechanism untuk membahas data hidrologi dan manajemen banjir. India juga melakukan dialog bilateral untuk menjaga komunikasi dan mengurangi risiko konflik melalui Senior Representatives on the India-Tiongkokboundary question. Tindakan ini menunjukkan bahwa diplomasi air preventif menjadi cara penting bagi India untuk mengelola Persepsi Ancaman dan menjaga stabilitas hubungan dengan Tiongkok.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) |
| Program Studi: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Hubungan Internasional |
| Pengguna Deposit: | 2602575652 Digilib |
| Date Deposited: | 04 May 2026 08:16 |
| Terakhir diubah: | 04 May 2026 08:16 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98972 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
