DEWISMA , SAFITRI (2026) DENOTASI RIK KONOTASI DILOM SAGATA PADA TRADISI MANJAU MAJU DI KABUPATEN TANGGAMUS RIK IMPLIKASINA TEHADOP PEMBELAJARAN BAHASA LAMPUNG DI SMP. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN , UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (215Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (2529Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (2344Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Masalah penelitiyan sinji yakdolah ketidakpahaman tehadop lapisan makna denotasi rik konotasi sai bupotensi nimbulko kesalahan penapsiran pesan adat rik ngelemahko pungsi edukatip sastra lisan. Ulah sebab sina, penelitian sinji butujuan guway ngidentipikasi makna denotasi rik konotasi dilom sagata pada tradisi manjau maju di Kabupaten Tanggamus rik implikasina tehadop pembelajaran bahasa Lampung di tingkat SMP. Penelitian sinji nggunako desain kualitatifp etnografi. Sumber data penelitian sinji buasal anjak sagata sai digunako dilom prosesi manjau maju di masyarakat Kabupaten Tanggamus. Data sai diakuk burupa kata sai ngandung makna denotasi rik konotasi. Teknik pengumpulan data dilakuko ngelalui observasi, wawancara jama tokoh adat rik penutur sagata, serta dokumentasi. Analisis data dilakuko secara deskriptif kualitatif ngelalui tahapan reduksi data, penyajian data, rik penarikan simpulan, jama bupokus pada pengungkapan makna denotatif rik konotatif dilom setiap larik sagata. Hasil penelitian nunjukko bahwa sagata pada tradisi manjau maju ngemuat makna denotasi rik konotasi sai saling melengkapi. Makna denotasi bupungsi sebagai dasar pemahaman harfiah tehadop tuturan, sementara makna konotasi ngejadi sarana penyampaian nilai budaya, penghormatan, kerendahan hati, rik penguatan hubungan sosial secara santun. Temuan sinji nunjukko bahwa pemahaman tehadop kerua jenis makna sina penting guway ngejaga keberhasilan komunikasi adat. Secara pedagogis, hasil penelitian sinji ngemiliki implikasi positif tehadop pembelajaran bahasa Lampung di SMP, khususna sebagai materi kontekstual guway ngelatih kemampuan napsirko makna, kepekaan bubahasa, rik apresiasi peserta didik tehadop sastra lisan rik kearipan lokal Lampung. Kata Kunci: denotasi, konotasi, pembelajaran, bahasa lampung Masalah penelitian ini yaitu ketidakpahaman terhadap lapisan makna denotasi dan konotasi yang berpotensi menimbulkan kesalahan penafsiran pesan adat dan melemahkan fungsi edukatif sastra lisan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna denotasi dan konotasi dalam sagata pada tradisi manjau maju di Kabupaten Tanggamus dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Lampung di tingkat SMP. Penelitian ini mengunakan desain kualitatif etnografi. Sumber data penelitian ini berasal dari tuturan sagata yang digunakan dalam prosesi manjau maju di masyarakat Kabupaten Tanggamus. Data yang diambil berupa kata yang mengandung makna denotasi dan konotasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan tokoh adat dan penutur sagata, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, dengan berfokus pada pengungkapan makna denotatif dan konotatif dalam setiap larik sagata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sagata pada tradisi manjau maju memuat makna denotasi dan konotasi yang saling melengkapi. Makna denotasi berfungsi sebagai dasar pemahaman harfiah, sementara makna konotasi menjadi sarana penyampaian nilai budaya, penghormatan, kerendahan hati, dan penguatan hubungan sosial secara santun. Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap kedua jenis makna itu penting untuk menjaga keberhasilan komunikasi adat. Hasil penelitian ini memiliki implikasi positif terhadap pembelajaran bahasa Lampung di SMP, khususnya sebagai materi kontekstual untuk melatih kemampuan menafsirkan makna, kepekaan bubahasa, dan apresiasi peserta didik terhadap sastra lisan dan kearifan lokal Lampung. Kata Kunci: denotasi, konotasi, pembelajaran, bahasa lampung The problem of this research is that a lack of these layers of meaning denotative and connotative has the potential to lead to misinterpretation of traditional messages and weaken the educational function of oral literature. Therefore, this study aims to identify the denotative and connotative meanings in sagata in the Manjau Maju tradition in Tanggamus Regency and their implications for Lampung language learning at the junior high school level. This study uses a qualitative ethnographic design. The data source for this study comes from the sagata utterances used in the Manjau Maju procession in the Tanggamus Regency community. The data collected are words containing denotativeand connotative meanings. Data collection techniques included observation, interviews with traditional leaders and sagata speakers, and documentation. Data analysis was conducted using descriptive qualitative methods through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, focusing on revealing the denotative and connotative meanings within each sagata line. The results of this study indicate that sagata in the Manjau Maju tradition contains complementary denotative and connotative meanings. Denotative meaning serves as the basis for literal understanding of speech, while connotative meaning serves as a means of conveying cultural values, respect, humility, and strengthening social relationships in a polite manner. This finding suggests that understanding both types of meaning is crucial for maintaining successful traditional communication. The results of this study have positive implications for Lampung language learning in junior high schools, particularly as contextual material to train students' ability to interpret meaning, develop linguistic sensitivity, and develop an appreciation for Lampung oral literature and local wisdom. Keywords: denotative, connotative, learning, lampung language
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan 400 Bahasa |
| Program Studi: | FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Bahasa Lampung |
| Pengguna Deposit: | 2602601562 Digilib |
| Date Deposited: | 06 May 2026 01:52 |
| Terakhir diubah: | 06 May 2026 01:52 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/99038 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
