PROGRAM KAMPUNG IKLIM (PROKLIM) DALAM NATIONALLY DETERMINED CONTRIBUTION (NDC) INDONESIA, 2016−2025

ARGANTO, DAVINANDITO (2026) PROGRAM KAMPUNG IKLIM (PROKLIM) DALAM NATIONALLY DETERMINED CONTRIBUTION (NDC) INDONESIA, 2016−2025. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf

Download (223Kb) | Preview
[img] File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2799Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2427Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Perubahan iklim global menuntut implementasi Paris Agreement melalui penyusunan Nationally Determined Contribution (NDC). Indonesia mengintegrasikan Program Kampung Iklim (ProKlim) sebagai salah satu instrumen utama pencapaian NDC, namun pertimbangan strategis di balik pemilihan program berbasis komunitas ini belum banyak dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan Paris Agreement dan NDC Indonesia, memaparkan desain kelembagaan dan mekanisme ProKlim, serta menganalisis alasan Indonesia menjadikan ProKlim sebagai salah satu program NDC. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksplanatif dengan studi dokumen terhadap ENDC 2022, SNDC 2025, LTS LCCR 2050, regulasi ProKlim, dokumen perencanaan pembangunan, serta laporan lembaga nasional dan internasional. Data dianalisis melalui tahapan kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan menurut Miles, Huberman, dan Saldaña, dengan kerangka analisis kebijakan luar negeri Valerie M. Hudson pada tingkat atribut nasional dan sistem internasional. Temuan utama menunjukkan bahwa integrasi ProKlim ke dalam Enhanced NDC 2022 dan Second NDC 2025, termasuk sebagai bagian dari Sistem Registri Nasional, merefleksikan respon struktural Indonesia atas karakteristik nasionalnya sebagai negara kepulauan besar, kaya sumber daya namun rentan iklim, dengan sistem politik desentralistik dan kapasitas fiskal terbatas. Pada saat yang sama, tekanan dan peluang dari rezim Paris Agreement, terutama prinsip CBDR RC, Enhanced Transparency Framework dan norma keterlibatan aktor non negara, mendorong ProKlim diposisikan sebagai jembatan antara komitmen global dan aksi lokal. Penelitian menyimpulkan bahwa ProKlim adalah instrumen kebijakan yang desentralistik, partisipatif, dan relatif hemat biaya untuk mendukung pencapaian target NDC sekaligus memperkuat diplomasi iklim Indonesia. Kata kunci: program kampung iklim, nationally determined contribution, Paris Agreement, kebijakan iklim Indonesia

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial
300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan)
Program Studi: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Hubungan Internasional
Pengguna Deposit: 2602419920 Digilib
Date Deposited: 06 May 2026 01:59
Terakhir diubah: 06 May 2026 01:59
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/99059

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir