AKHMAD, ILHAM UMARY (2026) ANALISIS STRATEGI DIPLOMASI OLAHRAGA JEPANG MELALUI LIGA SEPAK BOLA : STUDI KASUS J.LEAGUE. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf Download (95Kb) | Preview |
|
|
File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (3468Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (2845Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Diplomasi olahraga semakin menjadi instrumen strategis dalam hubungan internasional kontemporer, khususnya bagi negara-negara yang mengandalkan pendekatan soft power untuk membangun citra dan pengaruh global. Jepang merupakan salah satu negara yang secara aktif memanfaatkan olahraga sebagai sarana diplomasi, dengan menjadikan J.League sebagai medium untuk memperkuat citra nasional di kancah internasional. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi Jepang dalam memanfaatkan J.League sebagai instrumen diplomasi olahraga serta sejauh mana liga tersebut berkontribusi dalam membentuk citra nasional Jepang di mata masyarakat internasional, di tengah persaingan ketat dengan liga sepak bola global dan keterbatasan penetrasi media di pasar Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi dokumentasi terhadap berbagai sumber sekunder, seperti dokumen resmi J.League, Japan Football Association, publikasi kebijakan, serta literatur akademik yang relevan. Analisis penelitian didasarkan pada teori diplomasi olahraga yang dikemukakan oleh Stuart Murray, khususnya konsep diplomasi hibrida, mekanisme soft power, dan komunikasi budaya. Kerangka teori tersebut digunakan untuk menganalisis peran J.League sebagai aktor non-negara dalam praktik diplomasi olahraga Jepang serta mekanisme penyampaian identitas dan nilai nasional melalui sepak bola profesional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa J.League berperan signifikan sebagai instrumen diplomasi olahraga Jepang dengan menampilkan nilai-nilai profesionalisme, disiplin, dan sportivitas yang mencerminkan identitas nasional Jepang. Sesuai dengan kerangka diplomasi hibrida, J.League berfungsi sebagai aktor non-negara yang terintegrasi dengan kebijakan nasional dan berkontribusi dalam membangun hubungan internasional melalui kerja sama regional, pertukaran budaya, dan visibilitas global. Meskipun efektivitas strategi ini masih dibatasi oleh dominasi liga sepak bola global dan rendahnya penetrasi media Barat, J.League tetap terbukti efektif sebagai sarana soft power dan komunikasi budaya yang berkontribusi pada penguatan prestise nasional serta pengaruh internasional Jepang. Kata Kunci: Diplomasi Olahraga, Olahraga Profesional, Hubungan Internasional. Sports diplomacy has increasingly become a strategic instrument in contemporary international relations, particularly for states that rely on soft power to build national image and global influence. Japan is one such country that actively utilizes sports as a diplomatic tool, positioning the J.League as a medium to strengthen its national image on the international stage. The main issue addressed in this study concerns how Japan employs the J.League as an instrument of sports diplomacy and the extent to which the league contributes to shaping Japan’s national image amid intense competition from global football leagues and limited media penetration, particularly in Western markets. This study adopts a qualitative descriptive approach using document-based research, drawing on secondary data from official J.League and Japan Football Association publications, policy documents, and relevant academic literature. The analysis is grounded in Stuart Murray’s theory of sports diplomacy, particularly the concepts of hybrid diplomacy, soft power mechanisms, and cultural communication. This theoretical framework is employed to examine the role of the J.League as a non-state actor in Japan’s sports diplomacy and the mechanisms through which national identity and values are communicated through professional football. The findings indicate that the J.League plays a significant role as an instrument of Japan’s sports diplomacy by projecting values of professionalism, discipline, and sportsmanship that reflect Japan’s national identity. Consistent with the framework of hybrid diplomacy, the J.League functions as a non-state actor integrated with national policies and contributes to international relationship-building through regional cooperation, cultural exchange, and global visibility. Despite structural limitations posed by the dominance of global football leagues and relatively low media penetration in Western markets, the J.League remains an effective platform for soft power and cultural communication, contributing to the enhancement of Japan’s national prestige and international influence. Keywords: Sports Diplomacy, Professional Sports, International Relations.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial |
| Program Studi: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Hubungan Internasional |
| Pengguna Deposit: | 2602850327 Digilib |
| Date Deposited: | 06 May 2026 02:20 |
| Terakhir diubah: | 06 May 2026 02:20 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/99060 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
