MUTIARA, CHEISYA NUR QHANIYA (2026) KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL MAHASISWA KEPANITERAAN KLINIK DALAM INTERAKSI DENGAN PASIEN: STUDI KUALITATIF. FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK MUTIARA.pdf Download (165Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (2215Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA PEMBAHASAN.pdf Download (2215Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Background: Interpersonal communication is a core competency in medical education that plays an important role in establishing therapeutic relationships between healthcare providers and patients. During clinical clerkship, medical students are expected to apply empathetic communication within the demanding hospital environment. This study aims to analyze the interpersonal communication skills of clinical clerkship students in interactions with patients from the perspectives of students, patients, and clinical educators at Dr. H. Abdul Moeloek Regional General Hospital. Methods: This study employed a qualitative phenomenological approach. Data were collected from January 11–18, 2026 through semi-structured interviews. Informants were selected using purposive sampling with a maximum variation sampling strategy based on demographic characteristics, academic background, and clinical experience. Participants consisted of five clinical clerkship students, three patients, and two clinical educators. Data were analyzed using thematic analysis, and data credibility was ensured through source triangulation. Results: Students implemented interpersonal communication by demonstrating respect toward patients, active listening, and providing medical explanations adapted to patients’ levels of understanding. Patients perceived students’ communication positively as it created comfort, a sense of being respected, and better understanding of their health conditions. In contrast, clinical educators evaluated students’ communication based on the depth of history taking and their ability to explore clinical information, resulting in differing perspectives between relational and clinical dimensions. Conclusion: Clinical clerkship students’ communication was positively perceived by patients in relational aspects; however, clinical educators indicated the need to strengthen the depth of history taking and clinical information exploration. These findings suggest that students’ communication skills are still developing toward integrating relational and clinical dimensions in medical practice.. Keywords: clinical clerkship student, clinical communication, doctor-patient relationship, interpersonal communication Latar Belakang: Komunikasi interpersonal merupakan kompetensi inti dalam pendidikan kedokteran yang berperan penting dalam membangun hubungan terapeutik antara tenaga medis dan pasien. Pada tahap kepaniteraan klinik, mahasiswa dituntut mampu menerapkan komunikasi empatik di tengah tekanan lingkungan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterampilan komunikasi interpersonal mahasiswa kepaniteraan klinik dalam interaksi dengan pasien dari perspektif mahasiswa, pasien, dan dokter pendidik klinis di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Data dikumpulkan pada 11–18 Januari 2026 melalui wawancara semi-terstruktur. Informan dipilih menggunakan purposive sampling dengan strategi maximum variation sampling berdasarkan variasi karakteristik demografis, akademik, dan pengalaman klinis yang melibatkan 5 mahasiswa kepaniteraan klinik, 3 pasien, dan 2 dokter pendidik klinis. Data dianalisis menggunakan Thematic Analysis dan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber. Hasil: Mahasiswa menerapkan komunikasi interpersonal melalui sikap menghargai pasien, mendengarkan aktif, serta memberikan penjelasan medis yang disesuaikan dengan pemahaman pasien. Pasien memersepsikan komunikasi mahasiswa secara positif karena menimbulkan rasa nyaman, dihargai, dan membantu memahami kondisi kesehatan. Sebaliknya, dokter pendidik klinis menilai komunikasi mahasiswa dari kedalaman anamnesis dan kemampuan eksplorasi informasi klinis sehingga muncul perbedaan perspektif antara dimensi relasional dan dimensi klinis. Kesimpulan: Komunikasi mahasiswa kepaniteraan klinik dipersepsikan positif oleh pasien, namun dokter pendidik klinis merasa diperlukan penguatan kedalaman anamnesis dan eksplorasi informasi klinis. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi mahasiswa berada dalam proses perkembangan profesional yang mengintegrasikan dimensi relasional dan dimensi klinis dalam praktik kedokteran. Kata kunci: hubungan dokter pasien, komunikasi interpersonal, komunikasi klinis mahasiswa kepaniteraan klinik
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 600 Teknologi (ilmu terapan) 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan |
| Program Studi: | FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter |
| Pengguna Deposit: | 2602511536 Digilib |
| Date Deposited: | 06 May 2026 02:06 |
| Terakhir diubah: | 06 May 2026 02:06 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/99067 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
