IDENTIFIKASI DAMPAK EKONOMI, SOSIAL BUDAYA, DAN LINGKUNGAN AKIBAT AKTIVITAS WISATA DI KAWASAN WAY TEBING CEPPA, DESA TAMAN BARU, KECAMATAN PENENGAHAN, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

ISNAINI, - (2026) IDENTIFIKASI DAMPAK EKONOMI, SOSIAL BUDAYA, DAN LINGKUNGAN AKIBAT AKTIVITAS WISATA DI KAWASAN WAY TEBING CEPPA, DESA TAMAN BARU, KECAMATAN PENENGAHAN, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf

Download (225Kb) | Preview
[img] File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (4046Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2608Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Perkembangan sektor pariwisata di tingkat lokal mendorong terjadinya perubahan pada dimensi ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan masyarakat. Kawasan Wisata Way Tebing Ceppa di Desa Taman Baru, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah satu destinasi yang mengalami perkembangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan dari aktivitas wisata di kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas wisata memberikan dampak ekonomi berupa peningkatan lapangan pekerjaan dengan terserapnya 70 tenaga kerja lokal serta munculnya 24 unit usaha mikro. Pendapatan masyarakat mengalami peningkatan, meskipun bersifat fluktuatif dan belum merata. Selain itu, aktivitas wisata juga berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes). Pada dimensi sosial budaya, aktivitas wisata meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat interaksi sosial, serta mendorong perubahan perilaku yang lebih terbuka terhadap wisatawan, meskipun promosi budaya masih bersifat situasional. Pada dimensi lingkungan, terjadi peningkatan volume sampah, namun masih dapat dikendalikan melalui pengelolaan berbasis partisipasi masyarakat. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa aktivitas wisata memberikan dampak positif dan telah mengarah pada pariwisata berkelanjutan, namun belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan tata kelola melalui sistem yang terstruktur, transparan, dan akuntabel, peningkatan pengawasan, serta pengelolaan lingkungan dan pelestarian budaya secara berkelanjutan. Kata Kunci: dampak pariwisata, ekonomi, sosial budaya, lingkungan, Way Tebing Ceppa.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial
Program Studi: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Ilmu Administrasi Negara
Pengguna Deposit: 2605808624 Digilib
Date Deposited: 06 May 2026 03:24
Terakhir diubah: 06 May 2026 03:24
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/99098

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir