ANALISIS CADANGAN KARBON REPONG DAMAR MATA KUCING (Shorea javanica) DI PEKON LABUHAN MANDI, KECAMATAN WAY KRUI, KABUPATEN PESISIR BARAT, PROVINSI LAMPUNG

Aldina Refa, Vernanda (2026) ANALISIS CADANGAN KARBON REPONG DAMAR MATA KUCING (Shorea javanica) DI PEKON LABUHAN MANDI, KECAMATAN WAY KRUI, KABUPATEN PESISIR BARAT, PROVINSI LAMPUNG. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (825Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya pengguna terdaftar

Download (41Mb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (33Mb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Data Dinas Kehutanan menunjukkan bahwa luas repong damar di Kabupaten Pesisir Barat mengalami penurunan dari sekitar 29.000 ha pada tahun 1998 menjadi sekitar 17.500 ha pada tahun 2011, dan saat ini tersisa sekitar 10.298 ha. Penurunan luas kawasan tersebut berpotensi meningkatkan emisi GRK akibat berkurangnya kemampuan ekosistem dalam menyerap karbon, sehingga diperlukan upaya konservasi dan pengelolaan hutan secara berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan pada bulan November hingga Desember 2025 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui pengambilan data biomassa di lapangan dan melakukan survei terhadap 30 responden, wawancara mendalam, analisis vegetasi, perhitungan alometrik karbon, dan perhitungan mean perfaktor pernyataan. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis stok karbon di wilayah pengelolaan adat, yang menghubungkan nilai karbon dengan pola pengelolaan tradisional masyarakat, sehingga memberikan pemahaman baru tentang peran sistem adat dalam menjaga dan memelihara stok karbon di ekosistem heterogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil rerata simpanan karbon di Desa Labuhan Mandi, Kecamatan Way krui, Kabupaten Pesisir Barat sebesar 122,86 tc/ha berdasarkan perbandingan beberapa penelitian yang berkaitan, diketahui bahwa kawasan hutan marga kondisi kawasan di Labuhan Mandi masih dalam taraf yang baik dalam kemampuan menyimpan karbon. Adapun untuk tingkat keragaman vegetasi, pada kawasan hutan marga memiliki rerata sebesar 2,07 artinya menunjukan bahwa keragaman hayati di kawasan tersebut masuk kedalam keragaman sedang, menunjukan bahwa kondisi kawasan hutan repong damar di Desa Labuhan Mandi dikelola dengan baik oleh Masyarakat. Hal ini sejalan dengan masyarakat yang menyampaikan pada penelitian ini bahwa masyarakat memiliki peran serta menjaga hutan marganya dengan adat yang masih mereka jaga secara turun temurun untuk tujuan pengelolaan secera berkelanjutan untuk kawasan hutan. Kata Kunci: Keragaman Hayati, Simpanan Karbon, Masyarakat Adat, Repong Damar.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial
600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan
Program Studi: FAKULTAS PERTANIAN (FP) & PASCASERJANA > Prodi S1 Kehutanan
Pengguna Deposit: 2602519309 Digilib
Date Deposited: 06 May 2026 07:05
Terakhir diubah: 06 May 2026 07:05
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/99111

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir