Diplomasi Tailan Dalam Mengembangkan Pink Tourism Dan Muslim-Friendly Tourism

Zahra Elfaya, Nabil (2026) Diplomasi Tailan Dalam Mengembangkan Pink Tourism Dan Muslim-Friendly Tourism. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK (ABSTRACT).pdf

Download (266Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2689Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1499Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Pariwisata merupakan salah satu sektor penting bagi Tailan. Seiring perubahan preferensi pasar global, Tailan tidak lagi hanya bergantung pada pariwisata konvensional. Namun, mengembangkan segmen pasar yang lebih spesifik, seperti pink tourism dan Muslim-friendly tourism. Tailan mengembangkan pink tourism sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan pariwisata berbasis identitas dan gaya hidup. Pada saat yang sama, Thailand juga mengembangkan Muslim-friendly tourism untuk memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim, terutama terkait ketersediaan makanan halal dan fasilitas ibadah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan pink tourism dan Muslim-friendly tourism Tailan dalam kerangka diplomasi publik Nicholas J Cull menggunakan 5 elemen yaitu listening, advocacy, cultural diplomacy, exchange diplomacy, dan international broadcasting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi dokumentasi yang bersumber pada dokumen resmi pemerintah Tailan, publikasi Tourism Authority of Thailand (TAT), Central Islamic Council of Thailand (CICOT), website Go Thai Be Free, serta berbagai artikel, laporan dan jurnal terkait promosi pariwisata Tailan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Tailan dalam mengembangkan pink tourism dan Muslim-friendly tourism sama-sama bertujuan untuk memperluas segmen pasar pariwisata Tailan, tetapi dilakukan melalui pendekatan strategi yang berbeda. Pink tourism lebih unggul karena kelima elemen diplomasi publik digunakan secara menyeluruh dan dikelola langsung oleh Tourism Authority of Thailand (TAT) melalui narasi keterbukaan sosial, memanfaatkan budaya Tailan yang dipadukan dengan identitas komunitas LGBTQ+ melalui peryaan dan festival, serta melalui media dan budaya populer sebagai sarana promosi global. Sebaliknya, Muslim-friendly tourism hanya menonjol pada elemen listening dan advocacy, dengan fokus pada informasi dan promosi halal, serta masih membutuhkan dukungan dan bantuan lembaga keagamaan.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 306 Kultur, ilmu budaya, kebudayaan dan lembaga-lembaga, institusi
Program Studi: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Hubungan Internasional
Pengguna Deposit: 2605231724 Digilib
Date Deposited: 06 May 2026 07:29
Terakhir diubah: 06 May 2026 07:29
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/99128

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir