TRI, PRABOWO (2026) PERANCANGAN MODEL KEMITRAAN BERMEDIASI UNTUK MENINGKATKAN KEBERLANJUTAN USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR SKALA KECIL DI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR. [Disertasi]
|
File PDF
File ABSTRAK DISERTASI (TRI PRABOWO).pdf Download (77Kb) | Preview |
|
|
File PDF
File FULL DISERTASI (TRI PRABOWO).pdf Restricted to Hanya staf Download (4Mb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
File FULL DISERTASI TANPA BAB PEMBAHASAN (TRI PRABOWO).pdf Download (4Mb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Usaha peternakan ayam petelur skala kecil di Indonesia, khususnya di Kabupaten Lampung Timur, menghadapi berbagai tantangan struktural yang menghambat peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha, antara lain ketimpangan hubungan kemitraan, ketergantungan terhadap mitra usaha, serta keterbatasan akses terhadap input produksi, pasar, dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kemitraan bermediasi terhadap kinerja mediasi usaha, mengkaji dampaknya terhadap produktivitas dan keberlanjutan usaha, mengevaluasi implikasi finansial penerapan kemitraan bermediasi, serta merumuskan rekomendasi kebijakan pengembangan kemitraan yang berorientasi pada keberlanjutan peternakan ayam petelur skala kecil. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Lampung Timur dengan melibatkan 50 peternak ayam petelur skala kecil sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD), serta dianalisis menggunakan pendekatan mixed methods. Analisis kuantitatif meliputi uji validitas dan reliabilitas, analisis jalur (path analysis) untuk menguji model mediasi, serta analisis kelayakan usaha berdasarkan indikator laba, Return on Investment (ROI), Break Even Point (BEP), dan rasio manfaat-biaya (B/C). Analisis kualitatif dilakukan melalui FGD dan SWOT–TOWS untuk merumuskan strategi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha peternakan ayam petelur skala kecil secara ekonomi masih layak dijalankan, dengan nilai B/C Ratio >1 dan ROI sebesar 17,06%, namun rentan terhadap fluktuasi harga input dan output. Model kemitraan bermediasi yang melibatkan peternak, mitra usaha, dan lembaga mediator netral terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap mekanisme mediasi usaha (β = 0,283; p < 0,05). Selanjutnya, mekanisme mediasi usaha berperan signifikan dalam meningkatkan produktivitas dan memperkuat keberlanjutan usaha, sehingga pengaruh kemitraan terhadap kinerja usaha bersifat dominan tidak langsung melalui mediasi. Tingkat penerimaan responden terhadap model yang diusulkan sangat tinggi, dengan 98,4% responden menyatakan setuju atau sangat setuju. Hasil FGD dan analisis SWOT–TOWS menghasilkan strategi implementatif berupa penguatan kelembagaan koperasi sebagai mediator, penyusunan regulasi kemitraan yang berkeadilan, integrasi riset dan pendampingan perguruan tinggi, transformasi digital kelembagaan, serta pengembangan skema pembiayaan inklusif. Secara keseluruhan, kemitraan bermediasi berpotensi menjadi strategi kelembagaan yang efektif untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan ekonomi, dan mendorong keberlanjutan peternakan ayam petelur skala kecil.
| Jenis Karya Akhir: | Disertasi |
|---|---|
| Subyek: | 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan |
| Program Studi: | FAKULTAS PERTANIAN (FP) & PASCASERJANA > Prodi S3 Doktor Ilmu Pertanian |
| Pengguna Deposit: | 2602798844 Digilib |
| Date Deposited: | 07 May 2026 02:08 |
| Terakhir diubah: | 07 May 2026 02:08 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/99187 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
