CICIH DANI , ASRI (2026) STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA MELALUI LEVERAGING LEVEL KEBERLANJUTAN: STUDI DI KABUPATEN PRINGSEWU, PROVINSI LAMPUNG. [Disertasi]
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (339Kb) | Preview |
|
|
File PDF
DISERTASI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (12Mb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
DISERTASI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (12Mb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Pengembangan pariwisata memiliki potensi untuk memberikan dampak positif dan negatif terhadap masyarakat serta lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, penting untuk mengelola pariwisata dengan prinsip keberlanjutan yang mencakup dimensi ekologi, ekonomi, sosial, kelembagaan, dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Pringsewu dengan mengintegrasikan dimensi ekologi, ekonomi, sosial, kelembagaan, dan teknologi. Adapun tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mewujudkan pengelolaan yang berkelanjutan dalam sektor pariwisata, menganalisis hubungan antar dimensi keberlanjutan, dan merancang strategi yang tepat guna mendorong pertumbuhan pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT dan RAP-Tourism berbasis Multi-Dimensional Scaling (MDS). Metode ini memungkinkan penilaian mendalam terhadap dimensi keberlanjutan pariwisata di Kabupaten Pringsewu serta pemetaan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi sektor pariwisata. Data diperoleh melalui survei, wawancara dengan stakeholder, serta analisis dokumen perencanaan daerah. Selain itu, analisis Leverage digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi keberlanjutan dalam tiap dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pariwisata di Kabupaten Pringsewu secara umum berada pada kategori cukup berkelanjutan, dengan nilai indeks keberlanjutan rata-rata sebagai berikut: dimensi ekologi (72,13), ekonomi (67,41), sosial (54,37), kelembagaan (65,10), serta infrastruktur dan teknologi (67,57). Dimensi ekologi menunjukkan kinerja terbaik, sedangkan dimensi sosial memerlukan penguatan lebih lanjut. Berdasarkan hasil analisis SWOT, Kabupaten Pringsewu memiliki potensi besar untuk berkembang berkat keanekaragaman destinasi dan dukungan kebijakan pemerintah, meskipun tantangan pada partisipasi masyarakat dan kualitas sumber daya manusia masih perlu diatasi. Pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Pringsewu memerlukan pendekatan yang terintegrasi dan adaptif, dengan fokus pada penguatan dimensi sosial dan kelembagaan, serta pemeliharaan kualitas ekologi dan infrastruktur. Kebijakan yang diusulkan mencakup pengembangan ekowisata, peningkatan kapasitas SDM, digitalisasi pariwisata, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. Kata kunci: Pengembangan pariwisata berkelanjutan, SWOT Analysis, RAP-Tourism, Kebijakan wisata. Tourism development has the potential to have both positive and negative impacts on the surrounding community and environment. Therefore, it is important to manage tourism with sustainability principles that encompass ecological, economic, social, institutional, and technological dimensions. This study aims to analyze and design a strategy for sustainable tourism development in Pringsewu Regency by integrating ecological, economic, social, institutional, and technological dimensions. The main objectives of this study are to realize sustainable management in the tourism sector, analyze the relationships between sustainability dimensions, and design appropriate strategies to encourage competitive and sustainable tourism growth. The methods used in this study are SWOT analysis and RAP-Tourism based on Multi-Dimensional Scaling (MDS). This method allows for an in-depth assessment of the dimensions of tourism sustainability in Pringsewu Regency and a mapping of the strengths, weaknesses, opportunities, and threats facing the tourism sector. Data were obtained through surveys, stakeholder interviews, and analysis of regional planning documents. In addition, Leverage analysis was used to identify key factors influencing sustainability in each dimension. The research results indicate that tourism management in Pringsewu Regency is generally considered fairly sustainable, with average sustainability index values as follows: ecological (72.13), economic (67.41), social (54.37), institutional (65.10), and infrastructure and technology (67.57). The ecological dimension performed best, while the social dimension requires further strengthening. Based on the SWOT analysis, Pringsewu Regency has significant potential for development thanks to its diverse destinations and government policy support, although challenges related to community participation and human resource quality still need to be addressed. Sustainable tourism development in Pringsewu Regency requires an integrated and adaptive approach, focusing on strengthening the social and institutional dimensions, as well as maintaining ecological and infrastructure quality. Proposed policies include ecotourism development, human resource capacity building, tourism digitalization, and strengthening collaboration between the government, community, and private sector to achieve sustainable tourism. Keywords: Sustainable tourism development, SWOT analysis, RAP-Tourism, Tourism policy.
| Jenis Karya Akhir: | Disertasi |
|---|---|
| Subyek: | 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan |
| Program Studi: | Pascasarjana FAKULTAS PERTANIAN (FP) & PASCASERJANA > Pascasarjana |
| Pengguna Deposit: | 2602142128 Digilib |
| Date Deposited: | 08 May 2026 07:16 |
| Terakhir diubah: | 08 May 2026 07:16 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/99197 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
