Nuresa Divani , Amanda (2026) KEDUDUKAN DAN PERLINDUNGAN HUKUM ANAK DARI SEWA RAHIM (SURROGATE MOTHER) MENURUT HUKUM PERDATA. Masters thesis, Universitas Lampung.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (270Kb) | Preview |
|
|
File PDF
TESIS FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (1839Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (1649Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Infertilitas mendorong pasangan dengan indikasi medis untuk mendapatkan keturunan melalui prosedur bayi tabung, beberapa dekade kemudian prosedur ini berkembang dengan adanya teknologi donor dan ibu pengganti (Surrogate Mother). Surrogate Mother melakukan perjanjian sewa rahim dengan pasangan suami istri (Intending Couple) untuk mengandung dan melahirkan embrio keduanya dengan imbalan atas jasanya. Keabsahan dan status anak yang dilahirkan oleh Surrogate Mother menjadi perhatian di beberapa negara, di Indonesia sendiri belum ada aturan khusus yang membahas bagaimana kedudukan dan perlindungan hukum anak yang lahir melalui prosedur surogasi. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana hubungan hukum antara anak dengan Intending Couple dan Surrogate Mother, juga untuk menganalisis bagaimana perlindungan hukum terhadap hak anak yang dilahirkan dari proses sewa rahim. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian hukum normatif bertipe preskriptif analitis. Pendekatan yang digunakan adalah perundang-undangan, konseptual dan komparatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari peraturan perundang-undangan, buku, jurnal dan sumber lainnya yang dikumpulkan dengan metode library research kemudian dianalisis menggunakan interpretasi hukum preskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan hukum antara anak dengan Intending Couple dan Surrogate Mother, yaitu bahwa Intending Couple tidak berkedudukan sebagai ibu kandung dari anak sewa rahim. Dalam hal ini Ibu yang melahirkan (Surrogate Mother) yang menjadi ibu kandung dan memiliki hubungan keperdataan dengan anaknya. Perlindungan hukum hak anak dari sewa rahim di Indonesia belum diatur sebagaimana di India dan Tailan, yang mengakibatkan anak tersebut berkedudukan sebagai anak luar kawin yang hanya memiliki hubungan nasab dengan ibu yang melahirkannya dan tidak dengan Intending Couple. Anak berhak atas nafkah dan perwalian ayah biologisnya melalui prosedur adopsi tetapi tidak berhak atas hak waris, dalam hal ini anak mendapatkan wasiat (testament) dari orang tua angkatnya. Saran yang dapat diberikan adalah kepada pemerintah Indonesia agar merevisi peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang keluarga dan perkawinan, untuk memberikan kepastian hukum terkait perlindungan kepada anak hasil surogasi. Kata Kunci: Intending Couple, Kedudukan Anak, Perlindungan Hukum, Surrogate Mother.
| Jenis Karya Akhir: | Tesis (Masters) |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum > 346 Hukum privat, hukum perdata |
| Program Studi: | FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S2-Magister Hukum |
| Pengguna Deposit: | 2605151792 Digilib |
| Date Deposited: | 07 May 2026 06:59 |
| Terakhir diubah: | 07 May 2026 06:59 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/99237 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
