KAJIAN KRIMINOLOGI TERHADAP DAMPAK PORNOGRAFI SEBAGAI PEMICU TERJADINYA KEJAHATAN PEMERKOSAAN

SITI NIKMAH AL , AZIZAH (2026) KAJIAN KRIMINOLOGI TERHADAP DAMPAK PORNOGRAFI SEBAGAI PEMICU TERJADINYA KEJAHATAN PEMERKOSAAN. FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (23Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2504Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2347Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Kasus kejahatan pemerkosaan sering kali dilatarbelakangi karena konsumsi pornografi. Para pelaku mengaku bahwasannya kejahatan yang mereka lakukan disebabkan oleh konsumsi pornografi yang berujung pelaku kesulitan mengendalikan diri hingga akhirnya melakukan kejahatan pemerkosaan. Namun, sejauh ini belum ada penelitian terkait apakah benar bahwa konsumsi pornografi dapat memicu seseorang melakukan kejahatan pemerkosaan. Sehingga, permasalahan tersebut menarik untuk diteliti agar dapat mengetahui bagaimanakah kajian kriminologi terhadap dampak pornografi sebagai pemicu terjadinya kejahatan pemerkosaan dan bagaimanakah upaya pencegahan dan penanggulangan kejahatan pemerkosaan yang disebabkan oleh dampak pornografi dengan penelitian dari perspektif kriminologi. Pendekatan masalah yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan normatif dan yuridis empiris. Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah kepustakaan dan penelitian lapangan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, pornografi merupakan salah satu faktor pemicu kejahatan pemerkosaan. Konsumsi pornografi dapat mengganggu Prefrontal Cortex (PFC) yang berfungsi mengendalikan perilaku dan penilaian moral, sehingga menurunkan kemampuan membedakan benar dan salah serta meningkatkan kecenderungan perilaku menyimpang. Meski begitu pornografi bukanlah pemicu terjadinya kejahatan pemerkosaan yang bersifat tunggal, faktor lainnya seperti adanya kesempatan, kurangnya nilai moral serta iman dan takwa turut menjadi faktor yang memicu terjadinya kejahatan pemerkosaan. Untuk menanggulangi hal tersebut dilakukan upaya penal dan non-penal. Pendekatan penal dilakukan melalui penegakan hukum yang tegas terhadap kejahatan seksual dan pelanggaran pornografi, sedangkan pendekatan non-penal dilakukan melalui edukasi, pencegahan, dan pemulihan. Dalam perspektif kriminologi, pornografi berperan sebagai faktor yang dapat memengaruhi perilaku menyimpang melalui proses pembelajaran sosial dan melemahnya kontrol diri. Selain itu, paparan yang berulang dapat menurunkan sensitivitas terhadap norma dan meningkatkan risiko tindakan kriminal. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang terpadu antara penegakan hukum, peningkatan kesadaran masyarakat, serta peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah dan menanggulangi kejahatan tersebut. Berdasarkan temuan tersebut, penulis menyarankan agar dilakukan pendekatan yang lebih komprehensif melalui peningkatan literasi digital, penguatan kontrol sosial, serta edukasi yang berkelanjutan guna meminimalisasi pengaruh negatif pornografi terhadap perilaku individu, khususnya dalam kaitannya dengan risiko terjadinya kejahatan seksual. Orang tua memberikan pemahaman sejak dini mengenai bahaya pornografi disertai penanaman nilai kasih sayang dan edukasi seks yang sesuai usia. Pemerintah diharapkan meningkatkan pengawasan terhadap penyebaran konten pornografi, sementara aparat penegak hukum perlu mengoptimalkan penyuluhan, patroli, dan penegakan hukum terhadap pelaku. Selain itu, masyarakat juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan bermoral guna menjaga keberlangsungan nilai etika dan budi pekerti. Kata kunci : Kriminologi, Pornografi, Pemerkosaan. Rape crimes are often alleged to be influenced by the consumption of pornography. Perpetrators frequently claim that their actions were driven by exposure to pornographic content, which eventually led to difficulties in controlling their impulses and resulted in the commission of rape. However, to date, there has been no comprehensive research that definitively proves whether pornography consumption can directly trigger an individual to commit rape. Therefore, this issue is important and relevant to be studied in order to understand how criminology examines the impact of pornography as a potential contributing factor to rape, as well as to explore appropriate strategies for the prevention and control of rape crimes associated with the effects of pornography from a criminological perspective. This research employs both normative and empirical juridical approaches. The data used consist of primary and secondary sources. Data collection methods include literature review and field research. The data were analyzed using qualitative analysis techniques. Based on the results of the research and discussion, pornography is one of the factors that can trigger the crime of rape. The consumption of pornography can affect the Prefrontal Cortex (PFC), which functions to control behavior and moral judgment, thereby reducing the ability to distinguish between right and wrong and increasing the tendency toward deviant behavior. However, pornography is not a single or sole cause of rape; other factors such as opportunity, lack of moral values, and weak faith and piety also contribute to the occurrence of such crimes. To address this issue, both penal and non-penal measures are implemented. Penal approaches are carried out through strict law enforcement against sexual crimes and violations related to pornography, while non-penal approaches are conducted through education, prevention, and rehabilitation. From a criminological perspective, pornography acts as a factor that can influence deviant behavior through social learning processes and weakened self-control. In addition, repeated exposure may reduce sensitivity to social norms and increase the risk of criminal acts. Therefore, integrated efforts are required, including law enforcement, raising public awareness, and strengthening the role of family and community in preventing and addressing such crimes. Based on these findings, the author suggests adopting a more comprehensive approach through the enhancement of digital literacy, strengthening of social control, and continuous education to minimize the negative influence of pornography on individual behavior, particularly in relation to the risk of sexual crimes. Parents are encouraged to provide early education regarding the dangers of pornography, accompanied by the cultivation of affection and age-appropriate sex education. The government is expected to intensify supervision over the dissemination of pornographic content, while law enforcement authorities need to optimize public outreach, patrols, and law enforcement against offenders. In addition, the community also plays an important role in creating a healthy and morally sound social environment in order to preserve ethical values and good conduct. Keywords: Criminology, Pornography, Rape.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum
Program Studi: FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum
Pengguna Deposit: 2605702202 Digilib
Date Deposited: 11 May 2026 08:27
Terakhir diubah: 11 May 2026 08:27
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/99382

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir