ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES DELOM PROSESI INTAR PADANG MASYARAKAT GUNUNG RAJA RIK IMPLIKASINI DELOM PEMBELAJARAN BAHASA LAMPUNG DI SMP

CITA , AMANDA (2026) ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES DELOM PROSESI INTAR PADANG MASYARAKAT GUNUNG RAJA RIK IMPLIKASINI DELOM PEMBELAJARAN BAHASA LAMPUNG DI SMP. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (311Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (4Mb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (3533Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Penelitian ini membahas makna tanda delom tradisi Intar Padang pada masyarakat Desa Gunung Raja, Kecamatan Sungkai Barat. Masalah delom penelitian ini adalah bentuk tanda serta makna tanda delom tradisi Intar Padang berdasarkan kajian semiotika Roland Barthes dan implikasinya delom pembelajaran Bahasa Lampung di SMP. Hasil penelitian ini selanjutnya direkomendasikan sebagai bahan ajar pada materi teks deskripsi tentang upacara adat. Metode yang digunakan delom penelitian ini adalah deskriptip kualitatip. Sumber data penelitian ini adalah pelaksanaan tradisi Intar Padang. Data delom penelitian ini berupa tanda yang terdiri atas tindakan dan benda adat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 28 tanda delom tradisi Intar Padang yang terdiri atas tanda berupa tindakan dan benda adat. Tandatanda tersebut ditemukan delom prosesi musyawarah, seserahan, nyirok, dan pakaian pengantin. Setiap tanda dianalisis berdasarkan makna denotatip, konotatip, dan mitos yang mencerminkan pandangan masyarakat Lampung. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan delom pembelajaran Bahasa Lampung di SMP, khususnya pada Kompetensi Dasar 8.1 menelaah teks deskripsi tentang upacara adat dan Kompetensi Dasar 9.1 menulis teks deskriptip tentang upacara adat sebagai bahan ajar berbasis kearipan lokal. Kata kunci: Tradisi Intar Padang, Semiotika Roland Barthes, Makna Tanda, Pembelajaran Bahasa Lampung Penelitian ini membahas makna tanda dalam tradisi Intar Padang pada masyarakat Desa Gunung Raja, Kecamatan Sungkai Barat. Masalah dalam penelitian ini adalah bentuk tanda serta makna tanda dalam tradisi Intar Padang berdasarkan kajian semiotika Roland Barthes dan implikasinya dalam pembelajaran Bahasa Lampung di SMP. Hasil penelitian ini selanjutnya direkomendasikan sebagai bahan ajar pada materi teks deskripsi tentang upacara adat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah pelaksanaan tradisi Intar Padang. Data dalam penelitian ini berupa tanda yang terdiri atas tindakan dan benda adat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 28 tanda dalam tradisi Intar Padang yang terdiri atas tanda berupa tindakan dan benda adat. Tanda- tanda tersebut ditemukan dalam prosesi musyawarah, seserahan, nyirok, dan pakaian pengantin. Setiap tanda dianalisis berdasarkan makna denotatif, konotatif, dan mitos yang mencerminkan pandangan masyarakat Lampung. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan dalam pembelajaran Bahasa Lampung di SMP, khususnya pada Kompetensi Dasar 8.1 menelaah teks deskripsi tentang upacara adat dan Kompetensi Dasar 9.1 menulis teks deskriptif tentang upacara adat sebagai bahan ajar berbasis kearifan lokal. Kata kunci: Tradisi Intar Padang, Semiotika Roland Barthes, Makna Tanda, Pembelajaran Bahasa Lampung This study discusses the meaning of signs in the Intar Padang tradition in Gunung Raja Village, Sungkai Barat District. The problem of this study is the forms of signs and the meaning of signs in the Intar Padang tradition based on Roland Barthes’ semiotic analysis and its implications for Lampung language learning in junior high school. The results of this study are recommended as teaching materials for descriptive texts about traditional ceremonies. This study used a descriptive qualitative method. The data source of this study was the implementation of the Intar Padang tradition. The data consisted of signs in the form of actions and objects. The data were collected through observation, interviews, and documentation. The results showed that there were 28 signs in the Intar Padang tradition consisting of action signs and object signs. These signs were found in the processes of deliberation, offerings, nyirok, and bridal attire. Each sign was analyzed based on denotative, connotative, and myth meanings that reflect the perspectives of the Lampung community. The results of this study can be implemented in Lampung language learning in junior high school, especially in Basic Competency 8.1 analyzing descriptive texts about traditional ceremonies and Basic Competency 9.1 writing descriptive texts about traditional ceremonies as local wisdom-based teaching materials. Keywords: Intar Padang Tradition, Roland Barthes Semiotics, Sign Meaning, Lampung Language Learning

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan
Program Studi: FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Bahasa Lampung
Pengguna Deposit: 2605444511 Digilib
Date Deposited: 12 May 2026 08:08
Terakhir diubah: 12 May 2026 08:08
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/99476

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir