PEMETAAN GENANGAN BANJIR TDI SUB DAS WAY KANDIS DAS WAY SEKAMPUNG PROVINSI LAMPUNG PADA BERBAGAI KALA ULANG

DIAH , PERMATA SARI (2026) PEMETAAN GENANGAN BANJIR TDI SUB DAS WAY KANDIS DAS WAY SEKAMPUNG PROVINSI LAMPUNG PADA BERBAGAI KALA ULANG. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG .

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (3577Kb) | Preview
[img] File PDF
TESIS FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (3575Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (3578Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Sub DAS Way Kandis merupakan salah satu wilayah dalam DAS Way Sekampung di Provinsi Lampung, yang memiliki kerentanan tinggi terhadap kejadian banjir akibat intensitas hujan ekstrem, serta kapasitas DAS yang terbatas, perubahan tata guna lahan, serta morfologi lahan yang mendukung aliran permukan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan persebaran genagan banjir pada berbagai kala ulang, sebagai uapaya penangan resiko banjir di Sub DAS Way Kandis. Metode yang di guanakan meliputi pengumpulan data hidrologi, analisis debit kala ulang, mengunakan metode statistic, pemodelan hidraulika denga perangkat lunak HECRAS, serta pemanfaatan ArcGIS untuk pemetaan spasial genangan. Analisis di lakukan untuk kala ulang 5,10,25,50 dan 100 tahun untuk melihat variasi luas genangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan sebaran genangan banjir di Sub DAS Way Kandis, bagian dari DAS Way Sekampung, Provinsi Lampung. Sub DAS Way Kandis merupakan kawasan yang strategis namun rentan terhadap bencana banjir akibat curah hujan tinggi dan perubahan tata guna lahan yang pesat. Analisis hidrologi dilakukan menggunakan data curah hujan harian maksimum selama 27 tahun. Curah hujan rencana dihitung menggunakan metode Log-Pearson Tipe III, sedangkan distribusi hujan jam-jaman disusun dengan metode Alternating Block Method (ABM). Pemodelan hidrodinamika untuk memetakan genangan banjir dilakukan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS pada berbagai periode ulang, yaitu 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Hasil penelitian menunjukkan luas sebaran dan kedalaman genangan banjir meningkat signifikan seiring dengan besarnya kala ulang, yang mengidentifikasi titik-titik rawan luapan di sepanjang aliran sungai. Peta genangan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi instrumen bagi pemerintah dan masyarakat sebagai basis data mitigasi bencana dan penataan ruang berbasis risiko banjir di Sub DAS Way Kandis. Kata kunci: Pemetaan, Banjir, HEC-RAS, Sub DAS, kala ulan abstract The Way Kandis sub-watershed is one of the areas within the Way Sekampung watershed in Lampung Province, which is highly vulnerable to flooding due to extreme rainfall intensity, limited watershed capacity, land use changes, and land morphology that supports surface flow. This study aims to map the distribution of flood inundation at various return periods as an effort to manage flood risk in the Way Kandis sub-watershed. The methods used include hydrological data collection, analysis of return discharge using statistical methods, hydraulic modeling with HEC-RAS software, and the use of ArcGIS for spatial storage mapping. The analysis was conducted for return periods of 5, 10, 25, 50, and 100 years to examine variations in ecosystem extent. This study aims to analyze and map flood distribution in the Way Kandis subwatershed, part of the Way Sekampung watershed, Lampung Province. The Way Kandis sub-watershed is a strategic area but is vulnerable to flooding due to high rainfall and rapid land-use changes. Hydrological analysis was conducted using 27 years of maximum daily rainfall data. The planned rainfall was calculated using the Log-Pearson Type III method, while the hourly rainfall distribution was compiled using the Alternating Block Method (ABM). Hydrodynamic modeling for flood embankments was performed using HEC-RAS software at various return periods: 2, 5, 10, 25, 50, and 100 years. The results show that the extent and depth of floodwater increases significantly with the increase in return period, identifying flood-prone areas along the river. The resulting collection map is expected to serve as a tool for the government and community as a basis for disaster mitigation data and flood risk-based spatial planning in the Way Kandis sub-watershed. Keywords: Mapping, Flood, HEC-RAS, Sub-watershed, return period

Jenis Karya Akhir: Tesis (Masters)
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan)
Program Studi: FAKULTAS PERTANIAN (FP) & PASCASERJANA > Prodi S2 Magister Ilmu Lingkungan
Pengguna Deposit: 2605483605 Digilib
Date Deposited: 13 May 2026 02:50
Terakhir diubah: 13 May 2026 02:50
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/99494

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir