VINA , SAFITRI (2026) PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK YANG MENJADI KORBAN TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL SEDARAH (INSES) DI PESISIR BARAT (Studi Kasus Polres Pesisir Barat). FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. SKRIPSI FULL.pdf Download (248Kb) | Preview |
|
|
File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (1527Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
3. SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (1375Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Tindak pidana kekerasan seksual sedarah (inses) merupakan salah satu bentuk kejahatan seksual yang terjadi di lingkup keluarga serta memiliki dampak serius terhadap korban khususnya anak baik secara fisik maupun psikologis. Kasus inses tidak hanya ggmelanggar norma hukum tetapi juga mencederai nilai moral dan kepercayaan dalam lingkungan keluarga yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak. Permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini ialah bagaimanakah perlindungan hukum terhadap anak korban tindak pidana kekerasan seksual sedarah (inses) serta apakah faktor yang menjadi hambatan penegakan hukum dalam memberikan perlindungan terhadap korban. Metode penelitian yang digunakan adalah metode normatif empiris dengan didukung oleh data primer maupun data sekunder, melalui studi kepustakaan dan wawancara dengan Penyidik Polres Pesisir Barat, Kasi UPTD PPA Kabupaten Pesisir Barat, Direktur Perkumpulan Damar Lampung, dan Dosen Pidana Fakultas Hukum Unila, kemudian diolah dan dianalisis secara kualitatif guna mendapatkan suatu kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap anak korban inses dilakukan melalui upaya pendampingan sejak tahap pelaporan, proses penyidikan, hingga persidangan serta pemberian layanan pemulihan psikologis oleh UPTD PPA. Namun penegakan hukum dalam kasus inses masih menghadapi berbagai hambatan antara lain dari faktor aparat penegak hukum kurangnya profesionalitas seperti belum optimalnya pemahaman aparat terhadap pendekatan yang berorientasi pada korban anak, lalu dari faktor masyarakat tingkat kesadaran hukum yang masih rendah, serta adanya tekanan sosial yang menyebabkan masyarakat cenderung menutupi kasus karna dianggap sebagai aib keluarga. Saran dalam penelitian ini diharapkan penegak hukum baik kepolisian, kejaksaan, maupun pengadilan, perlu meningkatkan profesionalitas serta kepekaan dalam menangani perkara dengan menempatkan kepentingan korban sebagai prioritas utama dan memberikan perlindungan yang maksimal dan berkeadilan bagi korban, selain itu diperlukan peningkatan kesadaran hukum melalui sosialisasi dan edukasi yang berkelanjutan agar masyarakat tidak lagi menutup-nutupi kasus semacam ini dengan alasan aib keluarga, dukungan sosial dari lingkungan sekitar juga harus diperkuat agar tercipta kondisi yang lebih responsif dan berpihak kepada korban. Kata Kunci: Perlindungan Hukum Pidana, Anak Korban, Inses
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum |
| Program Studi: | FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum |
| Pengguna Deposit: | Vina Safitri Digilib |
| Date Deposited: | 18 May 2026 07:42 |
| Terakhir diubah: | 18 May 2026 07:42 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/99555 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
