UPAYA MITIGASI KONFLIK ANTARA MASYARAKAT DENGAN GAJAH LIAR DI SEKITAR TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS

Irma , Firnanda (2026) UPAYA MITIGASI KONFLIK ANTARA MASYARAKAT DENGAN GAJAH LIAR DI SEKITAR TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (203Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1084Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (600Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya konflik antara masyarakat dengan gajah liar di sekitar kawasan Taman Nasional Way Kambas yang dipengaruhi oleh perubahan pola pergerakan gajah dan tekanan terhadap habitat alaminya. Konflik tersebut menimbulkan kerugian ekonomi, gangguan sosial, serta ancaman terhadap keselamatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman masyarakat terhadap penyebab konflik serta mengidentifikasi berbagai upaya mitigasi yang dilakukan dalam menghadapi konflik tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap masyarakat serta pihak terkait di wilayah penyangga taman nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memahami konflik sebagai akibat dari perubahan jalur jelajah gajah yang dipengaruhi oleh kebijakan pemindahan lokasi gajah dan berkurangnya ketersediaan pakan alami. Selain itu, aktivitas pertanian yang berada dekat dengan kawasan hutan meningkatkan potensi interaksi antara manusia dan gajah. Konflik yang terjadi memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan masyarakat, terutama berupa kerusakan tanaman pertanian, terganggunya aktivitas masyarakat, serta meningkatnya rasa khawatir terhadap keselamatan diri dan keluarga. Upaya mitigasi yang dilakukan meliputi penggunaan metode tradisional seperti pengusiran dengan suara keras, api, dan penjagaan malam, serta metode modern seperti pembangunan pagar penghalang, pemantauan menggunakan GPS, dan patroli bersama. Peran pemerintah juga terlihat dalam bentuk kebijakan, pendampingan, sosialisasi, dan penyediaan sarana mitigasi, meskipun belum sepenuhnya efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan mitigasi konflik sangat bergantung pada sinergi antara pengetahuan lokal masyarakat, dukungan kebijakan, serta keterlibatan aktif berbagai pihak dalam pengelolaan konflik secara berkelanjutan guna menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara manusia dan gajah di wilayah penyangga Taman Nasional Way Kambas. Kata kunci: konflik manusia dan gajah, mitigasi konflik, kawasan konservasi, adaptasi sosial, Taman Nasional Way Kambas This study was motivated by the increasing conflict between local communities and wild elephants in the vicinity of Way Kambas National Park, which has been influenced by changes in elephant movement patterns and pressure on their natural habitat. This conflict has resulted in economic losses, social disruption, and threats to public safety. The study aims to understand the community’s perception of the causes of the conflict and to identify various mitigation efforts undertaken to address it. The research method employed was a qualitative approach using data collection techniques such as in-depth interviews, field observations, and documentation of local communities and relevant stakeholders in the national park’s buffer zone. The results indicate that the community perceives the conflict as a consequence of changes in elephant migration routes, influenced by policies relocating elephant populations and the reduced availability of natural food sources. Additionally, agricultural activities near forested areas increase the potential for human-elephant interactions. The conflict has had a significant impact on people’s lives, particularly in the form of damage to crops, disruption of community activities, and increased anxiety regarding personal and family safety. Mitigation efforts include traditional methods such as loud noises, fire, and night patrols, as well as modern methods such as the construction of barriers, GPS monitoring, and joint patrols. The government’s role is also evident in the form of policies, guidance, public outreach, and the provision of mitigation resources, although these have not yet been fully effective. This study concludes that the success of conflict mitigation depends heavily on synergy between local community knowledge, policy support, and the active involvement of various stakeholders in sustainable conflict management to foster a more harmonious relationship between humans and elephants in the buffer zone of Way Kambas National Park. Keywords: human-elephant conflict, conflict mitigation, conservation area, social adaptation, Way Kambas National Park

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan
Program Studi: FAKULTAS PERTANIAN (FP) & PASCASERJANA > Prodi S1 Penyuluhan Pertanian
Pengguna Deposit: 2605732487 Digilib
Date Deposited: 22 May 2026 07:05
Terakhir diubah: 22 May 2026 07:05
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/99654

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir