PERANAN GEREJA DALAM PENGUATAN NILAI-NILAI PANCASILA PADA JEMAAT DI TENGAH MASYARAKAT PLURALISME (Studi Kasus Jemaat di GPdI El-Shaddai Purbolinggo, Lampung Timur)

Natanael, Sitinjak (2026) PERANAN GEREJA DALAM PENGUATAN NILAI-NILAI PANCASILA PADA JEMAAT DI TENGAH MASYARAKAT PLURALISME (Studi Kasus Jemaat di GPdI El-Shaddai Purbolinggo, Lampung Timur). FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (10Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1155Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (730Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Indonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman yang tinggi dalam aspek budaya, suku, agama, dan bahasa. Kondisi plural ini menjadi kekayaan sosial sekaligus tantangan, seperti potensi konflik, intoleransi, dan melemahnya persatuan. Pancasila berperan sebagai dasar negara dan ideologi bangsa yang menjadi pedoman dalam menjaga keharmonisan dan keutuhan nasional. Namun, di era globalisasi dan digitalisasi, penguatan nilai-nilai Pancasila belum sepenuhnya mengakar, termasuk di lingkungan lembaga keagamaan. Gereja memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai moral, spiritual, dan kebangsaan kepada jemaat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peranan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) El-Shaddai Purbolinggo, Lampung Timur, dalam penguatan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat plural. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GPdI El-Shaddai berperan sebagai agen transformasi sosial dengan mengintegrasikan ajaran Kristiani dan nilai Pancasila melalui khotbah, pendidikan iman, kegiatan sosial, serta kerja sama lintas agama, sehingga membentuk jemaat yang toleran, nasionalis, dan bertanggung jawab sosial. Kata kunci: Gereja, Pancasila, pluralisme, Toleransi, Nasionalisme, Transformasi sosial. Indonesia was a country with a high level of diversity in terms of culture, ethnicity, religion, and language. This plural condition was both a social asset and a challenge, as it could give rise to potential conflicts, intolerance, and the weakening of national unity. Pancasila played a crucial role as the state foundation and national ideology that served as a guideline for maintaining harmony and national integrity. However, in the era of globalization and digitalization, the internalization of Pancasila values had not yet been fully realized, including within religious institutions. The Church had a strategic role in instilling moral, spiritual, and national values among its congregants. This study aimed to analyze the role of the Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) El-Shaddai Purbolinggo, Lampung Timur, in strengthening Pancasila values within a pluralistic society. The research employed a qualitative descriptive approach through interviews, observations, and documentation. The findings indicated that GPdI El-Shaddai functioned as an agent of social transformation by integrating Christian teachings with Pancasila values through sermons, faith education, social activities, and interfaith cooperation, thereby shaping congregants who were tolerant, nationalistic, and socially responsible. Keywords: Church, Pancasila, pluralism, Tolerance, Nationalism, Social transformation.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan
Program Studi: FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN)
Pengguna Deposit: 2605344536 Digilib
Date Deposited: 25 May 2026 01:14
Terakhir diubah: 25 May 2026 01:14
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/99659

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir