MUTIARA, RAMADHIAN INTANI (2026) RESPONS INDONESIA TERHADAP AATHP PADA ISU KABUT ASAP LINTAS BATAS. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf Download (159Kb) | Preview |
|
|
File PDF
2. FILE SKRIPIS FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (3142Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (2646Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Isu kabut asap lintas batas adalah salah satu permasalahan lingkungan yang berulang di kawasan Asia Tenggara dan sebagian besar dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Peristiwa ini tidak hanya berdampak pada lingkungan domestik, tetapi juga memengaruhi kualitas udara, kesehatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi di negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Untuk menangani permasalahan tersebut, negara-negara ASEAN membentuk ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution sebagai kerangka kerja sama regional dalam pencegahan dan penanggulangan kabut asap lintas batas. Kemudian Indonesia meratifikasi perjanjian tersebut pada tahun 2014 dan mulai terikat secara resmi sejak 2015. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis respons Indonesia terhadap AATHP pada isu kabut asap lintas batas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis melalui studi literatur terhadap dokumen resmi, laporan lembaga internasional, serta publikasi akademik. Kerangka analisis yang digunakan adalah teori liberal institusionalisme untuk menjelaskan peran institusi regional dalam memfasilitasi kerja sama antarnegara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respons Indonesia terhadap AATHP diwujudkan melalui penyesuaian kebijakan nasional, peningkatan koordinasi kelembagaan, dan keterlibatan aktif dalam mekanisme kerja sama ASEAN. Indonesia juga memiliki peran dalam memfasilitasi forum regional seperti Conference of the Parties (COP) AATHP serta menjadi tuan rumah ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control. Namun demikian, efektivitas implementasi kebijakan masih menghadapi berbagai tantangan struktural, seperti lemahnya penegakan hukum dan juga dinamika kepentingan domestik dalam pengelolaan lahan.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 302 Interaksi sosial 300 Ilmu sosial > 306 Kultur, ilmu budaya, kebudayaan dan lembaga-lembaga, institusi |
| Program Studi: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Hubungan Internasional |
| Pengguna Deposit: | 2605708770 Digilib |
| Date Deposited: | 29 May 2026 04:08 |
| Terakhir diubah: | 29 May 2026 04:08 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/99754 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
