KEANEKARAGAMAN SERANGGA NOKTURNAL DAN PERANANNYA TERHADAP KESEIMBANGAN DI PERTANAMAN JAGUNG DESA WAY URANG, KALIANDA, LAMPUNG SELATAN

Arif , Septian Dwi Fadillah (2026) KEANEKARAGAMAN SERANGGA NOKTURNAL DAN PERANANNYA TERHADAP KESEIMBANGAN DI PERTANAMAN JAGUNG DESA WAY URANG, KALIANDA, LAMPUNG SELATAN. FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (260Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1969Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (1186Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan penting yang memiliki peran strategis dalam pembangunan pertanian serta perekonomian di Indonesia. Namun, produktivitas jagung seringkali terancam oleh serangan hama, khususnya serangga herbivor. Serangga nokturnal (aktif malam hari) memiliki peran penting dalam ekosistem pertanian, tidak hanya sebagai hama, tetapi juga sebagai polinator, predator, parasitoid, dan dekomposer yang mendukung keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, tingkat keanekaragaman, serta peranan serangga nokturnal pada fase pra musim tanam dan fase vegetatif (30 HST) pertanaman jagung di Desa Way Urang, Kalianda, Lampung Selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 - Januari 2026 menggunakan metode purposive random sampling dengan alat perangkap kain lampu (light sheet trap). Analisis data dilakukan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon Wiener (H’), indeks kemerataan (E), dan indeks dominansi Simpson (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase pra musim ditemukan 40 individu serangga nokturnal yang terdiri atas 5 ordo, 11 famili, dan 15 spesies. Sementara itu, pada fase vegetatif (30 HST) ditemukan 85 individu yang terdiri atas 5 ordo, 15 famili, dan 20 spesies. Ordo Hymenoptera (famili Vespidae) merupakan kelompok yang paling mendominasi. Nilai H’ pada fase pra musim sebesar 2,350 dan fase vegetatif (30 HST) sebesar 1,970 (kategori sedang). Nilai E pada fase pra musim sebesar 0,868 dan fase vegetatif (30 HST) sebesar 0,658 (kategori tinggi), sedangkan nilai C pada fase pra musim sebesar 0,126 dan fase vegetatif (30 HST) sebesar 0,298 (kategori rendah), yang menunjukkan bahwa komunitas serangga nokturnal berada dalam kondisi yang relatif stabil dan seimbang. Secara ekologis, ditemukan 12 spesies berperan sebagai herbivor (hama), 6 spesies sebagai polinator, 5 spesies sebagai dekomposer, serta masing-masing 2 spesies sebagai parasitoid dan predator. Kata kunci: Jagung, Serangga Nokturnal, Light Sheet Trap, Keanekaragaman.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 500 ilmu pengetahuan alam dan matematika
500 ilmu pengetahuan alam dan matematika > 570 Biologi
500 ilmu pengetahuan alam dan matematika > 590 Ilmu hewan (zoologi)
Program Studi: FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) > Prodi S1 Biologi
Pengguna Deposit: 2605559471 Digilib
Date Deposited: 04 Jun 2026 01:38
Terakhir diubah: 04 Jun 2026 01:38
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/99838

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir