Anggie , Putri Magista (2026) AKOMODASI KOMUNIKASI GURU DALAM MENGAJAR SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNARUNGU PADA SEKOLAH DASAR LUAR BIASA NEGERI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK , UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTACT.pdf Download (193Kb) | Preview |
|
|
File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (2361Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (1980Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya komunikasi dalam proses pembelajaran siswa tunarungu di Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri (SDLBN) Kabupaten Tulang Bawang Barat. Siswa tunarungu memiliki hambatan dalam menerima informasi verbal sehingga guru dituntut mampu menyesuaikan strategi komunikasi agar pembelajaran berjalan efektif, inklusif, dan sesuai dengan karakteristik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk akomodasi komunikasi guru, strategi komunikasi yang berkaitan dengan budaya sekolah, hambatan komunikasi yang dihadapi guru, serta strategi guru dalam mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru dan siswa tunarungu di SDLBN Kabupaten Tulang Bawang Barat. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teori Akomodasi Komunikasi dari Howard Giles (1973). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi convergence, divergence, dan maintenance dalam proses pembelajaran. Strategi convergence dilakukan melalui penggunaan bahasa isyarat, media visual, gerakan tubuh, pengulangan materi, serta penyesuaian tempo pembelajaran agar siswa lebih mudah memahami materi. Divergence muncul ketika terdapat perbedaan penggunaan bahasa isyarat dan kemampuan komunikasi siswa yang menyebabkan hambatan pemahaman. Sementara itu, maintenance terlihat melalui konsistensi guru dalam menggunakan komunikasi visual dan pendekatan interpersonal yang menciptakan rasa aman bagi siswa. Penelitian ini juga menemukan bahwa budaya lokal dan kebiasaan sosial sekolah turut mendukung terciptanya komunikasi yang inklusif dan adaptif bagi siswa tunarungu. Kata Kunci: Akomodasi komunikasi, komunikasi inklusif, siswa tunarungu, bahasa isyarat, pembelajaran khusus.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) |
| Program Studi: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Ilmu Komunikasi |
| Pengguna Deposit: | 2605187531 Digilib |
| Date Deposited: | 05 Jun 2026 03:34 |
| Terakhir diubah: | 05 Jun 2026 03:34 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/99914 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
