%A DIAN EKA PRATAMA Iswandi %T PENGARUH VARIASI KOMPOSISI, JENIS AIR, KONDISI AKTIVASI DAN CARA PEMBUATAN ARANG DARI ADSORBEN ARANG SEKAM TERHADAP PRESTASI MESIN DAN KANDUNGAN EMISI GAS BUANG SEPEDA MOTOR KARBURATOR 4-LANGKAH %X Krisis BBM merupakan salah satu permasalahan yang sedang dihadapi dunia maupun Indonesia saat ini. Untuk menurunkan konsumsi BBM kendaraan bermotor dapat dikurangi dengan memanfaatkan potensi Sumber Daya Alam yang melimpah khususnya di Provinsi Lampung yaitu menggunakan pelet arang dari sekam padi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variasi komposisi, jenis air, kondisi aktivasi, dan cara pembuatan arang sekam terhadap prestasi mesin dan emisi gas buang motor bensin karburator 4-langkah. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa variasi pengujian yaitu pengujian berjalan dengan kecepatan konstan 50 km/jam pada jarak 5,7 km, Pengujian akselerasi dari keadaan diam sampai menempuh kecepatan 0-80 km/jam (dengan perpindahan gigi), pengujian stasioner pada putaran 1000, 3000, dan 5000 rpm, serta pengujian emisi gas buang pada putaran 1000 dan 3000 rpm dengan menggunakan pelet arang dan tanpa pelet arang. Pelet arang yang digunakan dalam penelitian ini berdiameter 10 mm dan tebal 3 mm dengan massa seberat 32 gram. Pelet arang tersebut dikemas dalam suatu frame dan diletakkan di dalam saringan udara (filter) dengan kendaraan uji sepeda motor 110 cc. Variasi komposisi yang digunakan pada penelitian ini terbagi 3 yaitu A18 (18% air,11% tapioka,dan 71% arang sekam), A28 (12% air,11% tapioka,dan 61% arang sekam), dan A38 (38% air,11% tapioka,dan 51% arang sekam). Sedangkan jenis air yang dibandingkan dalam campuran pembuatan pelet adalah air aquades dan air hasil perendaman zeolit. Variasi kondisi aktivasi yang diberikan pada penelitian ini adalah pada temperatur 1500C dan 1750C serta waktu aktivasi 1 dan 2 jam. Variasi cara pembuatan arang sekam terbagi menjadi dua yaitu dengan cara sangrai dan pemakaran di dalam drum kiln berpengaduk. Dalam penelitian ini, komposisi campuran terbaik dalam pembuatan pelet arang adalah A18 (18% air, 11% tapioka dan 71% arang), sedangkan air yang efisien digunakan dalam campuran pembuatan pelet arang adalah air hasil perendaman zeolit terbaik (H12Z20) dengan waktu perendaman selama 12 jam dan massa zeolit 20% dari volume air. Sementara itu kondisi aktivasi terbaik adalah pada temperatur 1500C dan waktu aktivasi 2 jam, dan cara pembuatan arang yang terbaik adalah dengan cara pembakaran dalam drum kiln pembakaran berpengaduk dalam membuat arang. Pelet arang tersebut dapat menghemat bahan bakar sebesar 15,72% pada road test, mempercepat waktu tempuh selama 7,02% serta menghemat konsumsi bahan bakar hingga 18,55% pada pengujian stasioner. Penggunaan pelet arang sekam juga terbukti dapat mereduksi emisi gas buang kendaraan bermotor yaitu CO sebesar 85,71% dan HC sebesar 37,45% serta meningkatkan kadar CO2 sebesar 6,70%. Kata kunci : Prestasi mesin, Arang sekam padi, adsorben pelet arang, emi %C Universitas Lampung %D 2014 %I Fakultas Teknik %L eprints1153