@article{eprints12245, month = {Pebruari}, title = {DAMPAK PRODUKSI TANAMAN PANGAN TERHADAP PEREKONOMIAN WILAYAH PROVINSI LAMPUNG: ANALISIS KETERKAITAN ANTARSEKTOR}, author = {Ribut Widayanto 0814023104}, year = {2012}, journal = {Digital Library}, url = {http://digilib.unila.ac.id/12245/}, abstract = {Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:(l) keterkaitan antara subsektor tanaman pangan dengan sektor lain ; (2) dampak pengganda produksi subsektor tanaman pangan terhadap output, pendapatan rumah tangga dan nilai tambah; dan (3) dampak total produksi tanaman pangan terhadap perekonomian wilayah Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung. Penelitian dilakukan mulai Desember 2011 sampai dengan April 2012. Analisis yang digunakan meliputi analisis keterkaitan antarsektor, analisis dampak pengganda dan analisis dampak total komoditas tanaman pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsektor tanaman pangan mempunyai keterkaitan ke belakang yang tinggi namun mempunyai keterkaitan ke depan yang rendah dengan sektor lain. Angka pengganda output komoditas padi, jagung dan ubi kayu adalah 1,370, 1,413, dan 1,330. Angka pengganda pendapatan rumah tangga komoditas padi, jagung, dan ubi kayu adalah 1,350, 1,525, dan 1,384. Angka pengganda nilai tambah komoditas padi, jagung, dan ubi kayu adalah 1,297, 1,339, dan 1,249. Keterkaitan antarsektor menciptakan nilai tambah pada komoditas tanaman pangan. Nilai tambah yang diciptakan komoditas tanaman pangan akan berpengaruh pada perekonomian wilayah. Dampak total terhadap nilai tambah wilayah masing-masing sebesar Rp 9.717 milyar, Rp 4.886 milyar dan Rp 7.345 milyar. Kata kunci: Keterkaitan, Dampak Pengganda, Input Output Abstract This research aims to analyze: (1) linkages between food crops subsector and other sectors; (2) multiplier effects of food crops subsector on output, household income and value-added; (3) total impacts of food crops subsector on regional economics of Lampung. This research used secondary data from Central Statistic Agency of Lampung and was conducted from Desember 2011 to May 2012. Analyses employed are intersectoral linkages, multiplier effects, and total impacts of food crops commodity analyses. The results showed that the food crops subsector had high point backward linkages, however, it had low point forward linkages. Multiplier effects of output of rice, com, and cassava were 1,370, 1,413, and 1,330. Multiplier effects of household income of rice, com, and cassava were 1,350, 1,525, and 1,384. Multiplier effects of value added of rice, com, and cassava were 1,297, 1,339, and 1,249. Intersectoral linkages created value added on food crops subsector . This value added will affect regional economics. Total impacts of rice, com, and cassava on regional value added were Rp 9,717 billion, Rp 4,886 billion dan Rp 7,345 billion respectively Keywords: Linkages, Multiplier Effect, Input-Output.} }