TY - UNPB CY - Universitas Lampung ID - eprints14179 UR - http://digilib.unila.ac.id/14179/ A1 - Abdurrohmansyah, 0855011001 Y1 - 2015/09/21/ N2 - Abstrak Batu bata merupakan salah satu bahan material konstruksi yang sering dipakai untuk membangun sebuah konstruksi, seperti gedung, pertokoan, maupun perumahan dan lain ? lain. Batu bata terbuat dari campuran tanah dan air. Pada penelitian ini proses pembuatan batu bata akan dicoba mencampurkan tanah dengan bahan tambahan (additive) batu bata yaitu abu sekam padi, abu ampas tebu dan fly ash (abu batu bara) untuk mengetahui seberapa besar manfaat limbah dari bahan additive. Sampel tanah yang digunakan merupakan jenis tanah lempung yang berasal dari Desa Yoso Mulyo, Metro . Bahan additive yang digunakan adalah abu sekam padi yang berasal dari Desa Yoso Mulya, Metro , abu ampas tebu (bagasse ash) yang berasal dari PT. Indo Lampung Perkasa dan fly ash yang berasal dari PLTU Tarahan. Hasil penelitian menujukkan bahwa pembuatan batu bata pasca bakar dengan menggunakan penambahan abu sekam padi, abu ampas tebu dan fly ash sebagai bahan additive pada campuran material pembuatan batu bata berpengaruh pada penambahan nilai kuat tekan, sehingga kekuatan batu bata yang didapat pada penelitian ini cukup baik serta memenuhi standar yang ditetapkan Badan Standardisasi Nasional Indonesia (BSNI). Abstract Brick is one of construction materials of building, shopping complex, real estate etc. Brick is made from the mixing of soil and water. In this study, the process of brick production will be tired by mix the soil with additive materials such as rice husk ash, baggase ash and fly ash. It?s to know how big the advantage of those additive materials and to compare the compressive strength between conventional brick and the brick that have mixed with rice husk ash, baggase ash and fly ash to get Indonesian National Standard for the strong and durable brick. Clay was used as the soil sample in this study. The clay is from Yoso Mulyo Village, Metro. The additive materials such as, rice husk ash is from Yoso Mulyo Village Metro, baggase ash is from PT Indo Lampung Perkasa and the fly ash is from PLTU Tarahan. The result of this study show that the production of brick after burned using additive materials such as rice husk ash, baggase ash and fly ash, increase the compressive strength value. So, the strength of the brick is good enough fulfilled the standard of Indonesian National Standard Institution. Keywords PB - Fakultas Teknik TI - Studi Kuat Tekan Batu Bata Menggunakan Bahan Additive (Abu Sekam Padi, Abu Ampas Tebu Dan Fly Ash) Berdasarkan Spesifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) AV - restricted ER -