%A ISMA KRIS LESTARI 0614011034 %T STUDI VIABILITAS SEMBILAN LOT BENIH TOMAT RAMPAI (Lycopersicon pimpinellefollium) MASA SIMPAN SEMBILAN BULAN %X Penerapan prinsip agronomik seperti jarak tanam dan dosis pupuk optimum mempengaruhi viabilitas benih tomat rampai yang dihasilkan. Selain pengaruh dari suplai unsur hara ke dalam benih itu sendiri, viabilitas benih juga dipengaruhi oleh lama penyimpanan dan lingkungan simpan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lot terbaik dari produksi benih yang menerapkan jarak tanam yang berbeda dan dosis pupuk NPK yang ditingkatkan dalam menghasilkan viabilitas benih yang telah disimpan selama sembilan bulan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih dan Pemuliaan Fakultas Pertanian Universitas Lampung, pada Oktober 2009. Perlakuan disusun dalam rancangan teracak sempurna. Perlakuan tunggal tidak terstruktur yang bersifat kualitatif yaitu sembilan lot benih kombinasi perlakuan jarak tanam dan dosis pupuk NPK yang berbeda. Jumlah kombinasi perlakuan tersebut diulang tiga kali sehingga jumlah satuan percobaan adalah 27. Homogenitas ragam data antarperlakuan diuji dengan uji Bartlett dan pemisahan nilai tengah Hasil penelitian menunjukkan bahwa viabilitas benih tomat rampai (Lycopersicon pimpinellefollium) yang telah disimpan selama sembilan bulan, viabilitas tertinggi terdapat pada lot 3 yaitu perlakuan jarak tanam rapat (30x30 cm) dan dosis pupuk NPK tinggi (300: 450: 150 kg/ha) berdasarkan variabel daya berkecambah benih, bobot kering kecambah normal, dan keserempakan berkecambah benih. Viabilitas terendah terdapat pada lot 7 yaitu perlakuan jarak tanam renggang (40 x 40 cm) dan tanpa pemberian pupuk berdasarkan variabel daya berkecambah benih, kecepatan berkecambah benih, keserempakan berkecambah benih, dan panjang kecambah normal. %D 2015 %I Universitas Lampung %L eprints16530