TY - GEN CY - UNIVERSITAS LAMPUNG ID - eprints21868 UR - http://digilib.unila.ac.id/21868/ A1 - SITI FATIMAH , 1214151060 Y1 - 2016/02/26/ N2 - ABSTRAK Insentif Pembayaran Jasa Lingkungan (PJL) perlu diterapkan agar promosi sikap pro konservasi tanah dan air segera diadopsi oleh para petani penggarap secara meluas di berbagai kawasan hutan lindung. Demikian halnya juga pada petani penggarap di Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Batutegi yang arealnya telah mengalami degradasi: terdapat dalam dokumen UPTD KPHL Batutegi (2014), di wilayah kerja KPHL Batutegi terdapat lahan kritis seluas 14.405,10 hektar (24,77%) dan sangat kritis 45,56 hektar (0,77%). Besarnya nilai kesediaan menerima (WTA) PJL air bagi masyarakat hulu sebagai penyedia jasa lingkungan perlu dikaji lebih mendalam agar masyarakat bersedia menrapkan konservasi tanah dan air. Tujuan penelitian ini adalah menentukan nilai WTA PJL air masyarakat Pekon Datar Lebuay dan menetapkan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei WTA dilengkapi variabel-variabel pendidikan, pendapatan, umur, luas lahan garapan, jumlah pohon, lama tinggal dan jumlah tanggungan. Data dianalisis dengan menggunakan regresi linear berganda untuk menguji pengaruh variabel tersebut terhadap nilai WTA. Berdasarkan hasil analisis, maka dapat disimpulkan : a.Nilai dugaan rataan WTA PJL air masyarakat Pekon Datar Lebuay adalah Rp 4.119,05/pohon/tahun dan nilai total WTA PJL air yang diperoleh adalah Rp 14.033.050/tahun dengan jumlah pohon yang dimiliki masyarakat sebanyak 3.682 pohon, b. Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap nilai WTA adalah umur, lama tinggal dan tingkat pendidikan. Menurut hasil penelitian, disarankan untuk meningkatkan skala penelitian ini ke desa lain termasuk menambahkan faktor sosial ekonomi seperti jenis kelamin, etnis dan variabel sosial lainnya. Kata kunci: pembayaran jasa lingkungan, Pekon Datar Lebuay, Sub DAS Way Sekampung, WTA ABSTRACT Payment for Environmental Services (PES) incentive need be applied to ensure the promotion of soil and water conservation. It?s pro conservation attitude should be soon adopted by sharecroppers in various protected areas. Likewise the sharecroppers in Protected Forest Management Unit (KPHL) Batutegi which their area has been degraded. Based on the paper plan of Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) KPHL Batutegi (2014), there were critical area of 14405.10 hectares (24.77%) and very critical of 45.56 ha (0.77%). The value of the willingness to accept (WTA) for the water PES for upstream community as a provider of environmental services was necessary to be studied towards to increase willingness of people to apply soil and water conservation. The purposes of this study were to determine the water PES WTA value of Datar Lebuay Villages and establishment of influenced factors. The methods used in this research were WTA survey include gathering data as follows education, income, age, acreage (land tillage), number of trees and stay duration. The data was analyzed by double linear regression to examine the effect of these variables the WTA value. Based on the analysis, it could be concluded: a. The estimated water PES WTA value Datar Lebuay Villages was about 4119.05/tree/year averagely and the total water PES WTA value was Rp 14,033,050/year when the 3,682 trees belong to the communities, b. Factors that significantly affected the WTA value were age, stay duration and level of education. According to research results, it?s suggested to scalling up this research to another village included add socio-economic factors such as gender, ethnicity and the other social variables. Keywords: Datar Lebuay Villages, payment for environmental services, Way Sekampung Sub-Watershed, WTA PB - FAKULTAS PERTANIAN TI - ANALISIS KESEDIAAN MENERIMA (WTA) SEBAGAI PROKSI PEMBAYARAN JASA LINGKUNGAN AIR DI PEKON DATAR LEBUAY, KECAMATAN AIR NANINGAN, KABUPATEN TANGGAMUS AV - restricted ER -