@misc{eprints27434, month = {Juli}, title = { SINTESIS DAN KARAKTERISASI SELULOSA-POLI ETILEN GLIKOL (PEG) SEBAGAI SISTEM PENGHANTAR OBAT (SPO) }, author = {1317011033 KHALIMATUS SA?DIAH}, address = {UNIVERSITAS LAMPUNG}, publisher = {FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM}, year = {2017}, url = {http://digilib.unila.ac.id/27434/}, abstract = {ABSTRAK Pada penelitian ini telah dilakukan isolasi {\ensuremath{\alpha}}-selulosa dari onggok tapioka menggunakan metode delignifikasi dengan HNO3/NaOH dan pemutihan menggunakan NaOCl/H2O2 menghasilkan kadar {\ensuremath{\alpha}}-selulosa sebesar 94,23\%. Selulosa yang dihasilkan digunakan untuk sintesis selulosa-PEG dengan variasi komposisi 6 : 4 dan 8 : 2 lalu diaplikasikan dalam sistem penghantar obat dalam bentuk pengungkung obat. Karakterisasi FTIR pada selulosa-PEG menunjukan adanya gugus OH pada 3345,27 cm-1, ikatan C-H pada 2897,61 cm-1, C-C pada 1409,62 cm-1, dan OCH2CH2 pada 1098 cm-1. Analisis SEM selulosa?PEG memiliki morfologi yang lebih berongga dari morfologi selulosa. Sedangkan pengungkung obat dari selulosa-PEG memiliki morfologi menggumpal dan berkelompok. Uji efisiensi tertinggi sebesar 49,792 \%. Uji disolusi pada cairan usus (pH 7,4) memiliki persentase yang lebih tinggi dibandingkan dalam cairan lambung (pH 1,2) yakni sebesar 9,568 \%. Kata Kunci : Onggok tapioka, {\ensuremath{\alpha}}-selulosa, selulosa-PEG, FTIR, SEM, uji efisiensi dan uji disolusi. ABSTRACT The isolation of {\ensuremath{\alpha}}-cellulose from tapioca?s residue has been performed by delignification using HNO3/NaOH and bleaching with NaOCl/H2O2. The yield of isolated {\ensuremath{\alpha}}-cellulose was 94,23\%. That {\ensuremath{\alpha}}-cellulose has been used to synthesize of PEG-cellulose in a composition variation such as 6 : 4 and 8 : 2. Then it would be applied as a drug delivery system in a confinement form. In the result of FTIR about PEG-cellulose shown a group of OH at 3345.27 cm-1, C-H bonds at 2897.61 cm-1, C-C at 1409.62 cm-1, and OCH2CH2 at 1098 cm-1. Based on the result of SEM analysis, the morphology of PEG-cellulose has more hollow than cellulose. Beside that, the morphology of drug confinement was agglomerate and flock. The highest efficiency result was 49,792 \%. The percentage of instestinal fluid (pH 7.4) in dissolution test was higher than in gastric fluid (pH 1.2) about 9.568 \%. Keywords : Tapioca?s residue, {\ensuremath{\alpha}}-cellulose, cellulose-PEG, FTIR, SEM, efficiency test and dissolution test. } }