@misc{eprints55603, title = {ANALISIS BUDAYA ORGANISASI DALAM RANGKA E-GOVERNMENT (Studi Model Competing Value pada Inspektorat Provinsi Lampung)}, author = {1116031042 FIKRI ADITYA RAMADHAN}, address = {UNIVERSITAS LAMPUNG}, publisher = {FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK}, year = {2019}, url = {http://digilib.unila.ac.id/55603/}, abstract = {Budaya organisasi merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kebiasaan dan prilaku orang-orang dalam organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah budaya organisasi mempengaruhi atau memiliki keterkaitan dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi demi mewujudkan e-Goverment di Inspektorat Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan instrument OCAI (Organization Culture Assesment Instrument) yang ditemukan oleh Cameron dan Quinn (1999). Ada empat budaya organisasi yang telah diteliti yaitu clan, adhocracy, market dan hierarchy. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian non-kausalitas komparatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keseluruhan staff Inspektorat Provinsi Lampung saat ini memiliki budaya organisasi clan dan tetap menginginkan budaya organisasi clan sebagai budaya yang diharapkan di masa yang akan datang. Budaya organisasi berpengaruh dan berkaitan terhadap penggunaan dan pengembangan teknologi e- Government yang dapat dilihat dari website. Kata kunci : Budaya organisasi, Teknologi Informasi dan komunikasi, e- Government Organizational culture is one of the important factors that influence the habits and behavior of people in the organization The purpose of this study is to determine whether the organizational culture influences or has relevance to the use of information and communication technology to realize e-Government at the Lampung Provincial Inspectorate. This research uses OCAI (Organization Culture Assessment Instrument) instrument found by Cameron and Quinn (1999). There are four organizational cultures that have been reasearched, namely clans, adhocracy, market and hierarchy. This study uses a type of comparative non- causality research with data collection techniques through questionnaires, observation and literature. The results of this study indicate that the entire Lampung Provincial Inspectorate staff currently has a Clan organizational culture and still wants Clan's organizational culture to be a culture that is expected in the future. Organizational culture influences and relates to the use and development of e-Government technology which can be seen from the website. Keyword : Cultural Organization, Information and communication Technology, e- government} }