title: INDUKSI OVULASI DAN PEMIJAHAN BUATAN INDUK PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus, Sauvage, 1878) DENGAN KOMBINASI HORMON OVAPRIM DAN OKSITOSIN creator: BERY ROLLA SANDI, 1514111078 subject: 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan description: Ikan patin merupakan salah satu komuditas ikan yang banyak diminati untuk dibudidayakan. Oleh karena itu, pengembangan komuditas ikan patin haruslah terus dilakukan dengan cara pemijahan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi keberhasilan ovulasi dan pemijahan buatan ikan patin siam dengan menggunakan kombinasi hormon ovaprim dan oksitosin serta menentukan dosis yang efektif dalam pemijahan buatan. Penelitian ini terdiri atas perlakuan dan 5 ulangan dengan menggunakan metode rancangan acak kelompok. Perlakuan terdiri dari P1 (0,5 ml ovaprim + 0 ml oksitosin), P2 (0,375 ml ovaprim + 0,125 oksitosin), P3 (0,25 ml ovaprim + 0,25 ml oksitosin), P4 (0,125 ml ovaprim + 0,375 ml oksitosin) dan P5 (0 ml ovaprim + 0,5 oksitosin). Hasil terbaik yang didapat adalah perlakuan P4 atau dengan dosis 0,125 ml ovaprim yang dikombinasikan dengan 0,375 ml oksitosin memiliki hasil yang sama pada parameter derajat ovulasi, waktu laten, diameter telur, fekunditas, fertilisasi, dan penetasan telur terhadap perlakuan 0,5 ml ovaprim dan 0 ml oksitosin. Keywords: oksitosin, ovaprim, spawning, Pangasianodon hypophthalmus. Pangasius hypopthalmus is one of fish commodity that demand for cultivation. Therefore, development efforts of pangasius hypopthalmus commodity must be continue to do with the spawning way. The aim of the present study was to evaluate the success of ovulation and artificial spawning by using combination of ovaprim hormone and oxytocin hormone. Also determine the effective dose for artificial spawning. The present study consisted of five treatments with five replications of each. This experiment was used randoimized group design method. The treatments of this study cosisted of P1(0,5 ml ovaprim + 0 ml oxytocin), P2 (0,375 ml ovaprim + 0,125 ml oxytocin), P3 (0,25 ml ovaprim + 0,25 ml oxytocin), P4 (0,125 ml ovaprim + 0,375 ml oxytocin) and P5 (0 ml ovaprim + 0,5 ml oxytocin). The best results from this study showed by the fourth treatments (P4) with dose 0,125 ml ovaprim that combined with 0,375 ml oxytocin reached similar values with theses two hormonal preparations for the ovulation rate, latensi periode, size of eggs, fekundity, fertilization and also eggs hatching to the treatments of 0,5 ml ovaprim and 0 ml oxytocin. Key words : oksitosin, ovaprim, spawning, Pangasianodon hypophthalmus. publisher: FAKULTAS PERTANIAN date: 2019-07-22 type: Skripsi type: NonPeerReviewed format: text identifier: http://digilib.unila.ac.id/56265/1/ABSTRAK-ABSTRACT.pdf format: text identifier: http://digilib.unila.ac.id/56265/2/SKRIPSI%20FULL.pdf format: text identifier: http://digilib.unila.ac.id/56265/3/SKRIPSI%20TANPA%20BAB%20PEMBAHASAN.pdf format: text identifier: http://digilib.unila.ac.id/56265/4/LAMPIRAN-LAMIPIRAN.pdf identifier: BERY ROLLA SANDI, 1514111078 (2019) INDUKSI OVULASI DAN PEMIJAHAN BUATAN INDUK PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus, Sauvage, 1878) DENGAN KOMBINASI HORMON OVAPRIM DAN OKSITOSIN. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG. relation: http://digilib.unila.ac.id/56265/