%A 1415013017 Nadian Maretta %T KAJIAN LOKASI POTENSIAL PENGEMBANGAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN DI KABUPATEN PESAWARAN DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) %X Pesawaran District, as a new district which was established in 2007, has experienced a rapid growth in population. As the population increases, housing and residential land needs will increase. Therefore, there should be a careful planning in determining the location of housing and settlement development in Pesawaran District. This study aims to: 1) Know the weight for each parameter used in determining the level of potential for a land for the development of housing and residential areas 2) Know the potential level of land in Pesawaran District for the development of housing and settlements using a geographic information system. The method used to find out the most dominant parameter in choosing a housing location was by using AHP (Analytcal Hierarchy Process), while the method used in determining the potential location of housing and settlement development was by spatial analysis using GIS (Geographic Information System). The parameters used include a) water resources, b) land ease, c) slope, d) accessibility, e) land use, f) public facilities, and g) disaster vulnerability. The results of the study with AHP calculations show that the most dominant parameter is accessibility. The reason is, accessibility will affect the ease of transportation services and affordability of distance. The results of the analysis using GIS resulted in 5 potential locations for the development of residential and residential areas in Pesawaran District which are very potential (37987 ha), potential (241952 ha), quite potential (200753 ha), less extensively potential (43620 ha), and no potential (90476 ha).Subdistricts that are in a very potential location are Gedong Tataan subdistrict, Tegineneng subistrict, and Negeri Katon subistrict. Keywords: Potential Location, Housing, Settlement, AHP, Geographic Information System Kabupaten Pesawaran sebagai kabupaten baru yang di bentuk pada tahun 2007, Kabupaten Pesawaran mengalami perkembangan jumlah penduduk yang cukup pesat Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk maka kebutuhan lahan perumahan dan permukiman akan bertambah. Oleh karena itu perlu ada perencanaan yang matang dalam menentukan lokasi pengembangan perumahan dan permukiman di Kabupaten Pesawaran. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui bobot untuk setiap parameter yang digunakan dalam menentukan tingkat potensi suatu lahan untuk pengembangan perumahan dan permukiman 2) Mengetahui tingkat potensial lahan di Kabupaten Pesawaran untuk pengembangan perumahan dan permukiman dengan menggunakan sistem informasi geografis. Metode yang digunakan untuk mengetahui parameter paling dominan dalam pemilihan lokasi perumahan adalah dengan pembobotan menggunakan AHP (Analytcal Hierarchy Process), sedangkan metode yang digunakan dalam penentuan lokasi potensial pengembangan perumahan dan permukiman adalah dengan analisis spasial menggunakan SIG (Sistem Informasi Geografis). Parameter yang digunakan meliputi a) sumberdaya air, b) kemudahan lahan, c) kemiringan lereng, d) aksesbilitas, e) penggunaan lahan, f) fasilitas umum, serta g) kerentanan bencana. Hasil penelitian dengan perhitungan AHP menunjukan parameter yang paling dominan adalah aksesibilitas. Alasannya, aksesibilitas akan mempengaruhi kemudahan pelayanan transportasi dan keterjangkauan jarak.. Hasil analisis menggunakan SIG menghasilkan 5 Lokasi potensial untuk pengembangan perumahan dan permukiman di Kabupaten Pesawaran yaitu sangat berpotensi (37987 ha), berpotensi (241952 ha), cukup berpotensi (200753 ha), kurang berpotensi (43620 ha), dan tidak berpotensi (90476 ha). Kecamatan yang berada di lokasi sangat berpotensi adalah Kecamatan Gedong Tataan, Kecamatan Tegineneng, dan Kecamatan Negeri Katon. Kata Kunci: Lokasi Potensial, Perumahan, Permukiman, AHP, Sistem Informasi Geografis %C UNIVERSITAS LAMPUNG %D 2019 %I FAKULTAS TEKNIK %L eprints56893